Andes : HNSI Harus Bersuara Untuk Kepentingan Nelayan Natuna, Jangan Diam

0
1058

Bursakota.co.id, Natuna – Anggota DPRD Natuna, Andes Putra memberi keritikan keras kepada pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Natuna agar menyuarakan kepentingan nelayan tempatan yang mengais rezeki di Laut Sakti Rantau Bertuah.

Apalagi saat ini, nelayan Natuna sangat mengeluh karena ulah kapal Cantrang yang semakin berani beroperasi diwilayah tangkap nelayan tradisional dengan jarak 12 hingga 5 mil dari bibir pantai.

Kondisi ini tentu menimbulkan keresahan bagi nelayan, sebab wilayah tangkap yang biasa mereka mencari rezeki diobrak-abrik oleh kapal pukat Cantrang dan Trawl. Selain itu, banyak pula rumpon-rumpon nelayan rusak, dampak dari aktivitas kapal Cantrang yang semakin masuk ke zona nelayan tradisional.

“HNSI harus bersuara untuk kepentingan nelayan, sebab suara HNSI lebih didengar oleh pemerintah pusat ketimbang organisasi nelayan lainya, jangan hanya diam saja,”ujar Andes ketika hearing di ruang Paripurna DPRD Natuna, Rabu (23/12/2020).

Mantan Ketua DPRD Natuna itu juga meminta agar HNSI Natuna lebih aktif secara kepengurusan dalam memperjuangkan kepentingan nelayan, terlebih saat ini keresahan sangat dirasakan oleh nelayan karena ulah kapal Cantrang yang semakin masif melakukan aktivitas diwilayah tangkap nelayan tradisional.

“Kondisi saat ini sangat meresahkan nelayan lokal, kapal-kapal Cantrang sudah masuk ke wilayah 12 mil hingga 5 mil tempat nelayan kita mencari ikan. Ini tidak bisa dibiarkan kerena akan menimbulkan konflik dilaut, harus ada solusi penyelesaianya,”tambah Andes.

Untuk itu, Andes meminta peran HNSI Natuna bersama pihak – pihak terkait agar gencar menyuarakan penolakan terhadap kapal Cantrang yang semakin dekat beroperasi dan mengganggu wilayah tangkap nelayan tradisional.

“Jujur, selama ini saya melihat peran HNSI masih sangat kurang dalam menyuarakan kepentingan nelayan Natuna, hanya Aliansi Nelayan Natuna (ANNA) yang selalu berkoar-koar melakukan penolakan terhadap kebijakan pemerintah yang merugikan nelayan lokal,”terangnya.

Krikan sama juga diutarakan oleh Ketua Bidang Pembinaan Nelayan (ANNA), Herman yang mangatakan HNSI Natuna lebih banyak diam, ketimbang menyuarakan kepentingan nelayan, terutama dalam menolak kapal Cantrang. Ia mengajak organisasi tersebut, untuk bersama-sama berperan aktif dalam menyuarakan kepentingan nelayan lokal.

“Kami mengajak HNSI lebih aktif menyuarakan kepentingan nelayan, kalau pengurusnya tidak mampu, angkat bendera putih, serahkan ke yang muda-muda kami siap bergerak,”ujar Herman.

Sementara itu, perwakilan HNSI Natuna membantah tudingan tidak memihak ke nelayan lokol. Semua yang dilakukan oleh HNSI selama ini untuk kepentingan nelayan Natuna.

Laporan : Doni

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini