Dirut Perumda Tirta Nusa : Survei SR Dana Inpres 2024 Telah Selesai, Kini Tinggal Menunggu Proses Lelang

0
54
Tim Survei Detail Engineering Design (DED) Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Kepri bersama Dirut Perumda Tirta Nusa pada 27 Februari lalu di Gang Hamzah Yasin

Bursakota.co.id, Natuna – Perusahaan umum daerah (Perumda) Air Minum Tirta Nusa akan melaksanakan program pemerintah, yakni Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2024 berupa Program sambungan rumah (SR) secara gratis.

Pelaksanaan sudah masuk ke tahap Survei di sejumlah wilayah oleh Tim Survei Detail Engineering Design (DED) Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Kepri bersama Dirut Perumda Tirta Nusa mulai dari 27 Februari lalu.

Survei dimulai dari wilayah-wilayah yang sering mengalami gangguan penyaluran air seperti Gang Hamzah Yasin, di Kelurahan Batu Hitam dan dilanjutkan ke wilayah lain.

Direktur Utama Perumda Tirta Nusa, Zaharuddin menyampaikan, survei yang dilakukan oleh tim dari BPPW dilakukan untuk memastikan jarak pemasangan pipa dan SR sesuai dengan ukuran dan kondisi lapangan untuk disusun dalam anggaran DED.

“Targetnya adalah tepat ukuran, tepat sasaran dan tepat anggarannya, hal ini karena program tersebut dilaksanakan dalam kurun waktu yang singkat. Targetnya harus selesai dibulan September 2024,” terang Zaharuddin di Kantornya pada Kamis (29/02/2024).

Ia melanjutkan, hingga saat ini proses survei dan pengukuran jumlah SR yang dibutuhkan oleh Perumda Tirta Nusa oleh tim BPPW Kepri telah selesai.

“Tahapan selanjutnya adalah proses lelang, ini akan kita tunggu,” sebut Zaharuddin.

Lebih lanjut, Zaharuddin juga memaparkan program SR gratis dana Inpres tahun 2024 akan dipergunakan untuk sambungan pipa pembagi air (JDB) dan jaringan dari pipa JDB ke rumah-rumah pelanggan air minum (JDL).

“Dua sambungan pipa ini akan kita ganti karena dinilai menjadi salah satu penyebab beberapa wilayah di Kota Ranai sulit mendapatkan air hal ini karena ada beberapa JDL tersebut pipanya sangat kecil yang menyebabkan air tidak sampai ke rumah pelanggan,” terang pria yang akrab disapa Deng ini.

Ia menambahkan, saat ini kondisi debit air di bak reservoir cukup melimpah namun di di beberapa wilayah masyarakat tidak dapat air.

“Kami meyakini bahwa penyebab utamanya adalah tidak berfungsinya sistem perpipaan tersebut karena ada beberapa pipa tidak sesuai dengan ukuran yang seharusnya. Hal inilah yang menjadi prioritas kami pada tahun 2024,” lugasnya.

Deng meyakini jika pembangunan jaringan perpipaan yang dilakukan sesuai dengan ilmu konstruksi perpipaan maka permasalahan-permasalahan yang ada akan dapat diselesaikan dengan baik.

“Kita berharap kegiatan ini segera dilelang sehingga proses pengerjaan dapat segera dilaksanakan. Alhamdulillah dari usulan tahap awal kita sekitar 4,5 miliar namun oleh BPPW ditambah menjadi 5,5 milyar ini sangat luar biasa,” lugasnya.

Selain itu, Deng juga menyampaikan pemerintah daerah begitu fokus terkait permasalahan air di Kabupaten Natuna.

Hal ini dapat dilihat Bupati Natuna, Wan Siswandi selalu mengarahkan dirinya untuk turun kelapangan guna melihat keluhan langsung dari masyarakat untuk dapat segera di tindak lanjuti.

“Alhamdulillah pak Bupati juga terus intens menyampaikan agar kami dari Perumda Tirta Nusa terus memantau perkembangan-perkembangan dan keluhan-keluhan dari masyarakat,” tutupnya. (Bk/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini