Ketua DPRD Natuna Minta Ke Maskapai Harga Tiket Pesawat Murah

0
14
Ketua DPRD Natuna, Daeng Amhar rapat bersama Lanud RSA dan instansi terkait. (Foto Istimewa)

Natuna – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Natuna, Daeng Amhar,. SE.MM,. Menhadiri undangan dari Danlanud Raden Sadjad, Kolonel Pnb Jajang Setiawan terkait mahalnya harga tiket yang berlangsung di ruangan Vip Room Bandara Sipil Raden Sadjad, Selasa (21/06/2022).

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Natuna, Daeng Amhar menyampaikan keinginan masyarakat Natuna agar harga tiket pesawat yang melayani rute Natuna dapat turun, sehingga lebih terjangkau untuk masyarakat yang ingin berangkat, ucap Amhar.

“Hanya satu masyarakat Natuna inginkan, harga tiket lebih murah dan terjagkau. Sehingga masyarakat juga bisa menikmati penerbangan seperti daerah lainnya, hanya itu,” jelas Amhar.

Tambah Amhar, Itu dikarenakan dan diketahui sejak lama harga tiket pesawat di Natuna tidak pernah turun dari kisaran harga Rp1 juta lebih, oleh sebab itu pihaknya berharap agar perwakilan maskapai menyampaikan ke manajemenya supaya harga tiket bisa lebih terjangakau dari Natuna atau sebaliknya, harap amhar.

“Hanya satu, saya ingin harga tiket murah dan sesuai keinginan masyarakat, kalau bisa ya supaya pihak perwakilan maskapai penerbagan supaya sampaikan ke manajemen agar harga tiket murah saja, hanya itu”, jelas amhar.

Lanjut Amhar, pihaknya melalui lewat legislatif Natuna telah mengagendakan bertemu dengan DPR RI untuk minta agar harga tiket penerbangan ke Natuna bisa murah.

 

Untuk itu, maka kami akan menggunakan cara politik ” ya dengan mendatangi DPRD Provinsi, DPR RI, dan kalau perlu pihak bersangkutan meminta langsung agar harga tiket murah” ucap Amhar.

Pada kesempatan tersebut, Komandan Lanud Raden Sajdad, Kolonel Pnb Jajang Setiawan saat jumpa pers tekait mahalnya harga tiket pesawat tujuan dan dari Natuna di Ruang Vip Room Bandara Sipil Raden Sajdad mengatakan bahwa selama ini walaupun bandara sipil menumpang di Lanud RSA namun pihak TNI Lanud RSA tidak pernah sedikit pun campur tangan dengan penjualan tiket pesawat.

Lanjut Danlanud, selama ini masyarakat berasumsi tingginya atau mahal harga tiket pesawat ada campur tangan pihak TNI AU Pangkalan Lanud Raden Sadjad.

Hal tersebut disampaikan oleh Danlanud Raden Sadjad, Kolonel Pnb Jajang Setiawan dengan menegaskan itu semua adalah terjadi dalam mekanisme maskapai penerbangan.

“Yang harus diketahui oleh masyarakat adalah itu tidak benar, pihak TNI AU Lanud Raden Sadjad ada campur tangan dan bahwa TNI AU tidak punya kewenangan untuk menentukan harga tiket, itu semua adalahterjadi dalam mekanisme maskapai penerbangan”, tegas Danlanud RSA.

Tambah Danlanud RSA, langkah yang diambil paling utama adalah dengan mendukung penerbangan domestik di daerah ini. Bahkan Lanud mengupayakan agar penerbangan ke Natuna dapat di tambah lagi, seperti hari libur yaitu hari minggu, ucapnya.

Rapat bersama bahas harga tiket

Bahkan itu dikarenakan pihak Lanud RSA sendiri berupaya untuk selalu mendukung pembangunan daerah disegala Sektor, terutama sektor Pariwisata, jelas Danlanud RSA Kolonel Pnb Jajang Setiawan.

Sementara Mewakili dari Pemkab. Natuna yang diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan, Alazzi memgatakan. Dalam penetapan harga tiket pesawat, Pemerintah telah mengatur ambang batas harga jual tiket pp yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Harga tiket sesuai aturan Kementrian perhubungan, ambang bawah harga tiket Rp.400 ribu, sedangkan ambang atasnya Rp1.300 ribu lebih” jadi harga tiket untuk Natuna sudah ambang atasnya dan sudah ditetapkan, kata Alazzi. (bk/Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here