Latihan Kekah Gesit Tahun 2022 Libatkan Seluruh Unsur Tempur Lanud RSA

0
63
Komandan Lanud Raden Sadjad, Kolonel Pnb Jajang Setiawan, S.M., M. Han PSC(J) memberikan keterangan pers kepada media (foto istimewa)

Bursakota.co.id, Natuna – Pangkalan TNI AU Lanud Raden Sadjad menggelar latihan tempur diberi nama Kekah Gesit. Hal ini disampaikan oleh Komandan Lanud Raden Sadjad, Kolonel Pnb Jajang Setiawan, S.M., M. Han PSC(J) di Lapangan Udara Lanud Ranai, pada Selasa, 29 November 2022.

Komandan Lanud Raden Sadjad, Kolonel Pnb Jajang Setiawan, S.M., M. Han., PSC(J) mengutarakan alasan latihan ini dinamakan Kekah Gesit, karena Kekah ini merupakan hewan endemik Natuna, sehingga kita kolaborasikan dengan kearifan lokal maka munculah nama Kekah Gesit.

Apalagi Kekah ini memiliki pergerakan yang begitu gesit, lincah dan luar biasa, maka pemilihan nama Kekah ini sudah sangat tepat.

“Sebenarnya nama binatang ini juga diadopsi oleh Lanud lain, contohnya elang gesit, bidu gesit dan lain-lain,” ujar Danlanud.

Sedangkan untuk latihan kali ini, Danlanud mengatakan melibatkan seluruh unsur tempur dan personil yang ada di Lanud Raden Sadjad termasuk insub Satrad 212 dan Denhanud 477.

“Jadi kita kolaborasikan seluruh kemampuan tempur tersebut, hal ini
agar tercipta kemampuan tempur yang luar biasa, guna melaksanakan tugas, baik tugas pokoknya Kogasudgab Kogasud 1 maupun tugas-tugas lainnya,” ujarnya.

Selain itu, Komandan Lanud Raden Sadjad juga memaparkan adapun bentuk latihan yang dilakukan pada latihan kali ini adalah simulasi penyerangan udara.

“Bentuk simulasinya adalah kita diserang oleh musuh disaat kita sedang tertidur lelap atau sedang tidak siap dan kita juga menyimpulasikan bagaimana ada ancaman dari luar, bagaimana kita melaksanakan eksekusi itu dan bagaimana kita mempenetrasi serangan tersebut, inilah bentuk simulasinya,” ujar Kolonel Pnb Jajang Setiawan, S.M., M. Han., PSC(J).

Selain itu, Komandan juga menyampaikan simulasi lain yang dilakukan adalah bagaimana memperbutkan pulau atau wilayah yang sudah diduduki oleh musuh dengan cara menyerang sasaran-sasaran terpilih.

“Selain itu, ada juga simulasi pelanggaran wilayah udara, maka kita harus segera melakukan pushdown sesuai dengan perintah dari pimpinan,” tuturnya.(Bk/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini