Musrenbang Tahun 2021 Lahirkan 133 Program, 244 Kegiatan dan 659 Sub Kegiatan, Total Kebutuhan Dana Rp3 Triliun

0
188
Wabup Ngesti didampingi Kepala BP3D Natuna Mustafa ketika penutupan Musrenbang

Bursakota.co.id, Natuna – Melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pemangku kepentingan dan elemen masyarakat telah menyepakati rancangan awal Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) kabupaten Natuna tahun 2022, sebanyak 133 program, 244 kegiatan dan 659 sub kegiatan.

Kegiatan Musrenbang dilaksanakan selama tiga hari, dimulai sejak Minggu tanggal 21 Maret dan berakhir Rabu tanggal 24 maret 2021 di gedung Sri Serindit Ranai, diselenggarakan oleh Kantor Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Kabupaten Natuna.

Setelah tiga hari berembuk lahirlah, rancangan awal RKPD tahun 2022 yang telah disepakati diantaranya Bidang Sosial dan Budaya 33 program, 72 kegiatan dan 263 sub kegiatan. Bidang ekonomi, 44 program, 66 kegiatan dan 129 sub kegiatan. Bidang pemerintahan 22 program, 61 kegiatan dan 189 sub kegiatan. Sementara bidang infrastruktur dan pengembangan wilayah, 32 program, 62 kegiatan 151 sub kegiatan dengan total dana yang dibutuhkan sebesar Rp.3 Triliyun lebih yang bersumber dari APBD Kabupaten Natuna

Plt, Sekretaris BP3D Natuna, Tukino dalam laporanya mengatakan, melalui Musrenbang telah menyepakati pioritas pembangunan daerah, yang meliputi, peningkatan SDM yang makmur, berkualitas dan andal, peningkatan ekonomi masyarakat berbasis potensi ungulan daerah, pemerataan pembangunan infrastruktur dan pembangunan teknologi informasi dan telkomunikasi, peningkatan tatakelola pemerintahan yang efektif dan efesien.

“Untuk dana APBD Provinsi kepulauan Riau tahun 2022, kabupaten mengusulkan 20 program, 26 kegiatan dan 44 sub kegiatan dengan pagu angaran 400 miliar lebih, sedangkan APBN tahun 2022 kabupaten Natuna telah mengusulkan 20 program, 22 kegiatan dan 28 sub kegiatan dengan pagu angaran 1 triliun lebih,” papar Tukino.

Tukino juga mengatakan, melalui Musrenbang kali ini telah menyepakati program, kegiatan dan sub kegiatan yang belum dapat diakomodir dalam rancangan RKPD kabupaten natuna tahun 2022, beserta alasannya sebagaimana dalam hasil pembahasan.

“Menyepakati rumusan yang tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari hasil kesepakatan Musrenbang RKPD kabupaten natuna tahun 2021 untuk dijadikan sebagai bahan penyusunan Rancangan ahir RKPD kabupaten Natuna tahun 2022,” terang Tukino.

Sementara itu, Wabup Natuna Ngesti ketika menutup Musrenbang mengatakan Musyawarah yang telah dilaksanakan selama tiga hari, tentu cukup melelahkan bagi para peserta, karena mengikuti kegiatan mulai dari acara pembukaan, pleno, pembahasan sampai penutupan.

“Dengan tujuan untuk mengasilkan kesepakatan dan komitmen antar stakeholder pembangunan atas program pembangunan daerah yang akan dimuat dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) kabupaten natuna tahun 2022, dengan berahirnya pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan (Murenbang) ini, maka telah disepakati berbagai program dan kegiatan pioritas dalam RKPD kabupaten Natuna tahun 2022, yang akan menjadi rujukan dalam menyusun KUA PPAS tahun 2022,” papar Ngesti.

Ngesti juga menegaskan, kecil besarnya sebuah angaran bukan tolak ukur suksesnya sebuah perencanaan, tetapi yang lebih penting adaalah seberapa besar efek nilai dan manfaat dari perencanaan tersebut bagi masyarakat, disanalah cerminan kualitas dan itegritas perencanaan kita diukur

Ngesti juga mengucapkan ribuan terima kasih, kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan berperan aktip dalam kegiatan Musrenbang.

“Baik OPD yang terkait dengan lingkungan pemerintah kabupaten Natuna, dalam memberikan pikiran dan tenaga dalam kegiatan Musrsnbang ini sampai dengan selesai, semoga apa yang dihasilkan dapat memberikan perbaikan bagi pembangunan kabupaten Natuna,” ucap Ngesti.

Ngesti juga mengatakan, bahwa Musrenbang kali ini merupakan Musrenbang terahir dalam masa jabatannya bersama Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal.

“Kedepannya kita siap mendukung bersama-sama pimpinan yang baru, yang tidak luput dari apa yang telah menjadi program Nasional, program Provinsi agar bersinergi dengan program pemerintah Daerah,” tutup Ngesti. ***red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here