PLN ULP Natuna Perpendek Masa Pemadaman Bergilir dari 4 Jam Menjadi 3 Jam

0
195
Manager PT PLN ULP Natuna, Boni Sofianto

Bursakota.co.id, Natuna – Sejak beberapa minggu terakhir kondisi kebutuhan listrik di Natuna sedikit terganggu akibat dua unit mesin pembangkit yang menjadi tulang punggung rusak parah.

Rusaknya dua unit mesin PLTD membuat pihak PLN ULP Natuna cukup pusing. Pasalnya dengan kehilangan daya 2 megawatt pihak PLN ULP Natuna harus melakukan pemadaman bergilir dengan area yang cukup luas.

Namun setelah dilakukan perbaikan akhirnya Satu unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PLN ULP Natuna sudah bisa kembali dioperasikan.

Manager PT PLN ULP Natuna, Boni Sofianto ketika di konfirmasi melalui sambungan telepon selulernya membenarkan dari dua unit mesin yang mengalami kerusakan, satu diantaranya sudah normal kembali dan sudah bisa di operasikan namun masih dalam tahap pemantauan peforma.

“Alhamdulillah pak, untuk mesin kita yang di Pian Tengah sudah bisa beroperasi kembali,” ujarnya kepada Bursakota.co.id pada Rabu (24 Mei 2023).

Boni memaparkan, dengan kembali beroperasinya satu unit mesin yang berada di Pian Tengah maka pemadaman bergilir akan diperpendek menjadi 3 jam setelah sebelumnya sampai 4 jam.

“Insyaallah grup yang akan padam juga akan berkurang, kalau sebelumnya pemadaman di bagi kedalam 4 grup hingga subuh, kedepan hanya akan dibagi dalam 2 grup. Jam 17.00 wib sampai jam 20.00 wib satu grup dan jam 19.00 wib sampai jam 22.00 wib satu grup setiap harinya,” sebut Boni.

Sedangkan untuk satu unit mesin yang berada di wilayah Ranai Boni memaparkan hingga saat ini masih dilakukan upaya perbaikan oleh tim teknisi.

“Mesin yang di Ranai itu rusaknya cukup parah, mengetahui hal ini saya langsung berangkat mendatangi PT PLN UP3 Tanjungpinang guna mencari solusi,” sebut Boni.

Boni berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Natuna agar perbaikan mesin yang di berada di Ranai dapat segera di selesaikan. Sehingga kedepan tidak terjadi lagi pemadaman. (Bk/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini