Dampak Efisiensi APBD, Jalan Lingkar Bajau dan Sejumlah Infrastruktur Anambas Ditunda

0
38
FOTO : Kepala Dinas (Kadis) PUPR-PRKP Anambas, Andyguna Kurniawan Hasibuan

Bursakota.co.id, Anambas – Keluhan masyarakat terhadap kelanjutan pembangunan Jalan Lingkar Bajau di Siantan Timur hingga kini belum mendapat kepastian realisasi, Rabu (18/02/2026).

Berkaitan dengan hal tersebut Pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permunhkiman (PUPR-PRKP) Anambas menyatakan proyek tersebut belum dapat dilanjutkan karena terdampak kebijakan efisiensi anggaran yang menghentikan hampir seluruh kegiatan pembangunan nonprioritas.

Kepala Dinas (Kadis) PUPR-PRKP Anambas, Andyguna Kurniawan Hasibuan menjelaskan, bahwa pada tahun berjalan hampir seluruh kegiatan pembangunan mengalami efisiensi. Hanya program yang mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tetap berjalan.

“Untuk Lingkar Bajau dan jalan-jalan strategis lainnya memang tidak ada, karena tidak dianggarkan. Kendalanya murni efisiensi anggaran, tidak ada kendala lain,” ujarnya.

Menurutnya, proyek tersebut sebenarnya pernah direncanakan dan bahkan sudah masuk dalam penganggaran sebelumnya. Namun, setelah dilakukan efisiensi besar-besaran, sejumlah kegiatan pembangunan akhirnya dihapus dari rencana pelaksanaan.

Lanjutnya menuturkan, dampak efisiensi tidak hanya dirasakan proyek Lingkar Bajau. Sejumlah pembangunan infrastruktur lain yang bersumber dari APBD juga terkena penundaan, termasuk jalan yang ambruk di Seri Tanjung serta jJalan Muhammad Siantan, Tarempa Timur yang amblas juga terdampak

Seluruh kegiatan yang tidak masuk prioritas nasional, kata Andyguna tersebut, tidak dapat dilaksanakan hingga ada instruksi lanjutan dari pemerintah.

“Semua kegiatan yang bersumber dari anggaran daerah dihentikan sementara sampai ada arahan selanjutnya,” katanya.

Penundaan proyek disebut berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang nilainya mencapai lebih dari Rp200 miliar. Pemangkasan tersebut membuat sejumlah kegiatan yang sebelumnya direncanakan dalam dokumen anggaran tidak lagi tercantum dalam tahap pelaksanaan.

Akibatnya, proyek-proyek yang semula diharapkan berjalan tahun ini, termasuk Lingkar Bajau, belum dapat direalisasikan.

Terkait rencana kelanjutan proyek pada tahun mendatang, pemerintah daerah belum bisa memastikan. Meski sebelumnya sempat muncul wacana pembangunan lanjutan, hingga kini belum ada keputusan resmi.

“Untuk saat ini belum ada kepastian. Semua masih menunggu arahan selanjutnya,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat di Siantan Timur masih harus menunggu kejelasan lanjutan pembangunan Jalan Lingkar Bajau, yang selama ini diharapkan dapat meningkatkan akses dan konektivitas wilayah.(BK/Jun)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini