Jakarta – Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) telah melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 dan Peringatan HUT ke-1 yang berlangsung pada 13-14 Februari 2026 di Jakarta.
Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Pusat (MKN) dan seluruh Koordinator Wilayah (Korwil) dari 37 Provinsi di Indonesia.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) APUDSI, Rahmat Edwar, dalam pernyataan persnya menyampaikan bahwa Rakernas tahun ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan momentum krusial untuk menetapkan arah baru kedaulatan ekonomi perdesaan di bawah tema
besar “Resilient Village: Ketahanan Mulai dari Desa”.
“Selama dua hari intensif, kami telah merumuskan cetak biru (blueprint) pergerakan APUDSI ke depan. Hasil Rakernas ini adalah mandat bagi seluruh pengurus di semua Vngkatan untuk segera melakukan transformasi dari cara-cara konvensional menuju tata kelola organisasi yang profesional dan terintegrasi secara digital,” ujar Rahmat Edwar di Jakarta.
Ada tiga ga poin utama yang ditekankan oleh Wasekjen Rahmat Edwar terkait hasil keputusan Rakernas tersebut berupa penguatan konsVtusi, sinergi ekonomi lintas wilayah serta akselerasi struktur berupa data base potensi para pelaku usaha desa seluruh Indonesia
“Satu tahun pertama adalah konsolidasi internal, memperkuat struktur organisasi dan memasukii tahun kedua ini, sesuai arahan Ketua Umum Maulidan Isbar sudah sangat jelas,kita masuk ke fase eksekusi masif. Kami di Sekretariat Jenderal akan memasVkan seVap keputusan
Rakernas ini terimplementasi hingga ke pelosok desa,” tambah Rahmat Edwar.
Menutup pernyataannya, Rahmat Edwar mengajak seluruh elemen pelaku usaha desa untuk tidak lagi merasa rendah diri bersaing di pasar nasional maupun internasional.
“Rakernas ini membukVkan bahwa desa memiliki daya tahan (resilience) yang luar biasa. Jika kita bersatu dalam satu wadah APUDSI, maka visi ‘Dari Desa Mengguncang Dunia’ bukan lagi sekadar slogan, melainkan realitas ekonomi yang sedang kita bangun bersama,” pungkasnya.
Editor : Papi













