GMNI Desak Walikota Baubau Untuk Pelestarian Kembali Bahasa Wolio Ditiap Sekolah

0
65
FOTO : Ketua DPC GMNI Baubau Dhira Adiyatma Jaya

Bursakota.co.id, Baubau – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Baubau mendesak Wali Kota Baubau untuk segera mengambil langkah konkret dalam melestarikan Bahasa Wolio melalui kebijakan pendidikan formal di sekolah-sekolah, Jum’at (13/2/2026).

Desakan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian GMNI terhadap semakin berkurangnya penggunaan Bahasa Wolio di kalangan generasi muda. Menurut GMNI, Bahasa Wolio bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga identitas budaya dan warisan sejarah masyarakat Baubau yang harus dijaga dan diwariskan secara sistematis.

Ketua DPC GMNI Baubau Dhira Adiyatma Jaya menyampaikan, bahwa di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, eksistensi bahasa daerah menghadapi tantangan serius. Jika tidak ada intervensi kebijakan yang jelas, Bahasa Wolio dikhawatirkan akan semakin terpinggirkan dan kehilangan penuturnya di masa depan.

“Bahasa Wolio adalah jati diri masyarakat Baubau. Sudah saatnya pemerintah daerah hadir secara nyata dengan memasukkan Bahasa Wolio sebagai muatan lokal wajib di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMA,” tegasnya.

GMNI menilai bahwa pendidikan merupakan instrumen strategis dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah. Dengan memasukkan Bahasa Wolio dalam kurikulum muatan lokal, generasi muda tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga memahami nilai-nilai sejarah, adat, dan filosofi budaya Kesultanan Buton yang melekat di dalamnya.

Selain itu, GMNI juga mendorong Pemerintah Kota Baubau untuk bekerja sama dengan tokoh adat, budayawan, akademisi, serta Dinas Pendidikan guna menyusun kurikulum, modul pembelajaran, dan pelatihan guru yang kompeten dalam pengajaran Bahasa Wolio.

GMNI menegaskan bahwa upaya pelestarian bahasa daerah sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 32 yang menyatakan bahwa negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara serta mengembangkan nilai-nilai budayanya.

Sebagai organisasi kader yang berkomitmen pada perjuangan ideologis dan kebudayaan, GMNI menyatakan siap menjadi mitra kritis sekaligus mitra kolaboratif pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pelestarian Bahasa Wolio.

“Ini bukan sekadar isu budaya, tetapi soal masa depan identitas daerah. Kami berharap Wali Kota Baubau segera merespons dan merealisasikan kebijakan pengajaran Bahasa Wolio di sekolah-sekolah,” tutup pernyataan tersebut.

Laporan : Aan 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini