Internet Hilang-Timbul, Warga Desa Nyamuk Keluhkan Gangguan Sinyal 4G

0
35
FOTO : Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas,

Bursakota.co.id, Anambas – Warga Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, mengeluhkan gangguan jaringan internet yang terjadi dalam sepekan terakhir. Sinyal 4G yang kerap muncul di layar telepon genggam disebut aktif, namun akses data sangat lambat bahkan kerap hilang tanpa pemberitahuan.

Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat yang kini semakin bergantung pada jaringan internet, baik untuk komunikasi, pekerjaan, hingga transaksi daring.

Salah seorang pekerja ekspedisi di Desa Nyamuk mengaku sangat terdampak oleh gangguan jaringan tersebut. Ia menyebut pekerjaannya sangat bergantung pada kestabilan sinyal internet, terutama untuk memantau resi pengiriman, berkoordinasi dengan pelanggan, serta memperbarui status barang.

“Sudah hampir satu minggu ini jaringan tidak stabil. Kadang sinyal 4G muncul penuh, tapi saat dipakai sangat lambat. Bahkan sering tidak bisa akses sama sekali, karena Sinyal tiba-tiba hilang begitu saja,” ujarnya, Kamis (28/02/2026) Malam.

Menurutnya, gangguan itu tidak hanya merugikan secara waktu, tetapi juga berdampak pada pelayanan kepada masyarakat. Keterlambatan pembaruan data pengiriman kerap menimbulkan kesalahpahaman dengan pelanggan yang menunggu kepastian barang.

“Kalau jaringan bermasalah, kami tidak bisa input data atau konfirmasi penerimaan barang secara cepat. Pelanggan jadi bertanya-tanya karena sistem tidak langsung ter-update,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan, seperti di Dusun Luap juga sulit untuk mengakses Sinyal Internet bahkan hanya ditempat-tempay tertu yang bias diakses untuk menggunakan layanan internet, sehingga diri juga terpaksa harus membeli lagi voucher wifi yang ada disediakan oleh salah satu pihak swasta.

“Kalau di dusun Luap itu saya harus beli lagi bang voucher Wi-Fi sepuluh ribu untuk memudahkan saya bekerja, itu setiap hari saya beli, kerena itu jaringan internet lebih parah dari pada di Desa Nyamuknya,” ungkapnya.

Dirinya menilai sebagai wilayah kepulauan yang cukup jauh dari pusat kabupaten, tentunya akses internet bukan lagi kebutuhan sekunder, melainkan telah menjadi kebutuhan utama dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik.

“saya berharap ada perhatian serius dari dinas terkait agar gangguan jaringan tidak berlarut-larut dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan lancar,” harapnya.(Bk/Jun).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini