Marzuki Apresiasi Pemerintah Buka Lagi Ekspor Ikan, Harapkan Nelayan Lebih Sejahtera

0
682
Foto kolase pelepasan ekspor ikan hidup di Bintan oleh Gubernur dan wakil Gubernur Kepri, Ansar-Nyanyang dan Anggota DPRD Provinsi Kepri dapil Natuna-Anambas, Marzuki

Kepri – Senyum lega tampak menghiasi wajah para nelayan di Kepulauan Riau. Setelah tujuh bulan menunggu tanpa kepastian, akhirnya ekspor ikan hidup ke Hongkong kembali dibuka.

Pelepasan perdana dilakukan langsung oleh Gubernur Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura di Bintan, Senin (15/9/2025).

Bagi nelayan, ekspor bukan sekadar urusan dagang antarnegara. Di baliknya ada harapan besar: hasil tangkapan mereka dihargai layak, dapur kembali mengepul, dan masa depan anak-anak bisa lebih terjamin.

Anggota DPRD Kepri Dapil Natuna-Anambas, Marzuki, SH, yang juga Sekretaris HNSI Kepri, merasakan langsung denyut harapan itu. Sejak awal, ia turut mengawal perjuangan agar jalur ekspor kembali dibuka.

“Dua kali saya ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menyampaikan aspirasi nelayan kita. Alhamdulillah, hari ini jerih payah bersama itu membuahkan hasil,” kata Marzuki dengan nada optimistis.

Marzuki menegaskan, keberhasilan ini bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal dari komitmen bersama. Ia menyebut kolaborasi erat antara pemerintah, pengusaha, dan nelayan menjadi kunci agar ekspor berkelanjutan dan tidak lagi tersendat.

Lebih jauh, ia ingin Kepri tidak hanya dikenal sebagai penghasil ikan, melainkan juga sebagai daerah yang menjaga kualitas dan keberlanjutan produk untuk pasar internasional.

“Kalau kualitas kita terjaga, nelayan sejahtera, dan nama Kepri semakin diperhitungkan,” tegasnya.

Di mata Marzuki, pembinaan bagi nelayan adalah hal mendesak. Mulai dari teknik penangkapan, pengelolaan rantai pasok, hingga pengolahan pascapanen. Semua itu, katanya, demi memastikan hasil laut Kepri mampu bersaing di kancah global.

Bagi nelayan, langkah kecil ini adalah pintu menuju perubahan besar. Mereka tidak lagi hanya berlayar untuk sekadar hidup, tetapi juga untuk membuktikan bahwa laut Kepri mampu menghidupi banyak orang, bahkan hingga mancanegara. (Bk/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini