
Buton Tengah – Di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, sekelompok pemuda yang mengatasnamakan Markas Besar Kuburan Tua (MABESKUTA) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama.
Mereka turun ke jalan menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu warga Desa Polindu yang tertimpa musibah kebakaran rumah.
Aksi kemanusiaan ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap korban yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut.
Atas kejadian itu, kelompok pemuda MABESKUTA berinisiatif menggerakkan bantuan dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai kasih sayang yang terkandung dalam bulan Ramadhan.
Langkah tersebut mendapat apresiasi luas dari masyarakat Kabupaten Buton Tengah, khususnya warga Kecamatan Mawasangka Induk.
Banyak pihak menilai aksi yang dilakukan para pemuda ini sebagai bentuk nyata kepedulian sosial yang patut dicontoh.
Gerakan yang lahir atas dasar cinta dan cita kemanusiaan itu disebut murni sebagai aksi solidaritas tanpa unsur paksaan maupun kepentingan tertentu.
Para pemuda MABESKUTA menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan panggilan moral untuk membantu sesama yang sedang tertimpa musibah.
Di sisi lain, aksi tersebut diharapkan dapat menjadi teladan bagi kelompok pemuda lainnya untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan, terutama di momentum Ramadhan.
Kesadaran kolektif semacam ini dinilai sebagai nilai luhur yang akan menjadi catatan penting dalam membangun semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Dengan penuh harap, bantuan yang terkumpul dapat sedikit meringankan beban korban kebakaran di Desa Polindu. Bagi MABESKUTA, aksi ini bukan sekadar penggalangan dana, melainkan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap sesama.
Laporan : Haris












