Ratusan Ton Air Bersih Disalurkan, Pemkab Bintan Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan

0
26
FOTO : Penyaluran air bersih untuk warga Bintan yang terdampak kekeringan

Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan mulai menyalurkan lebih dari 150 ton air bersih kepada warga terdampak kekeringan yang tersebar di hampir delapan kecamatan.

Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Bintan, Roby Kurniawan, usai memimpin rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD).

Sebanyak 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dikerahkan untuk bergotong royong menyalurkan bantuan air bersih secara swadaya, sesuai dengan jadwal dan wilayah yang telah ditentukan.

Penyaluran ini akan berlanjut pada hari berikutnya oleh 14 OPD lainnya, dengan target wilayah terdampak yang sama.

“Hari ini dan besok kita terus salurkan air bersih. Semua OPD kita porsikan minimal 10 ton. Jadi dalam dua hari ini hampir 300 ton air bersih akan kita distribusikan,” ujar Roby, Kamis (26/3/2026) di Kantor Bupati Bintan.

Ia menegaskan, setelah tahap awal penyaluran selesai, pemerintah akan melakukan evaluasi untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan distribusi tambahan secara bertahap dengan skala prioritas.

Data pemerintah mencatat, sedikitnya 24.479 kepala keluarga (KK) di Bintan terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Kondisi ini diperparah dengan menurunnya volume empat waduk utama yang selama ini menjadi sumber air baku bagi PDAM, bahkan sebagian di antaranya dilaporkan kering.

Menurut Roby, penyaluran air bersih ini merupakan solusi jangka pendek yang harus segera dilakukan, sembari pemerintah menyiapkan langkah strategis jangka panjang.

“Kami juga minta lurah, kades hingga RT/RW membantu koordinasi di lapangan agar bantuan tepat sasaran. Tantangan ini harus kita jawab dengan tindakan konkret dan kolaborasi bersama,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah daerah saat ini tengah merumuskan berbagai upaya antisipasi jangka panjang menghadapi musim kemarau yang rutin terjadi setiap awal tahun, sebagaimana laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

Beberapa opsi yang tengah dikaji antara lain penambahan sumber air baku, pendalaman waduk, hingga penguatan sistem distribusi air bersih.

“Yang terpenting saat ini kita utamakan dulu aksi cepat untuk membantu masyarakat terdampak. Ke depan, kita siapkan solusi yang lebih matang agar kondisi serupa bisa diminimalisir,” pungkasnya.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini