Wali Kota Batam Terima LHP BPK Terkait Efektivitas Penuntasan TBC

0
27
FOTO : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja atas Efektivitas Upaya Penuntasan Tuberkulosis (TBC) Pemerintah Kota Batam dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau. Penyerahan berlangsung di Kantor BPK RI Perwakilan Kepri, Batam Centre, Selasa (3/2/2026).

Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja atas Efektivitas Upaya Penuntasan Tuberkulosis (TBC) Pemerintah Kota Batam dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau. Penyerahan berlangsung di Kantor BPK RI Perwakilan Kepri, Batam Centre, Selasa (3/2/2026).

Penyerahan LHP ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Kepala BPK RI Perwakilan Kepri, Emmy Mutiarini, bersama Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin. Dalam kegiatan tersebut, Amsakar turut didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam.

Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada BPK RI atas pelaksanaan audit kinerja yang dinilai memberikan arah strategis bagi perbaikan tata kelola penanganan TBC di Kota Batam.

“Melalui pemeriksaan ini, kami memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai tiga aspek yang perlu segera dibenahi, yaitu penyusunan peta jalan atau rencana aksi, penguatan kelembagaan khusus penanganan TBC, serta optimalisasi pemantauan pengobatan pasien di lapangan,” ujar Amsakar.

Ia menegaskan bahwa penuntasan TBC merupakan bagian dari prioritas nasional yang sejalan dengan kebijakan Presiden RI dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor kesehatan.

Menurutnya, langkah tindak lanjut atas rekomendasi BPK telah mulai dilakukan. Pemerintah Kota Batam saat ini tengah mempersiapkan penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwako) sebagai dasar hukum penguatan program penanggulangan TBC.

“Saya sudah mendisposisikan agar aturan ini segera disusun. Selanjutnya, fokus kita adalah memastikan implementasinya berjalan efektif di lapangan,” tegasnya.

Amsakar optimistis, melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Batam, DPRD, serta pengawasan BPK, angka kasus TBC di Batam dapat ditekan secara signifikan guna mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.

Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Kepri, Emmy Mutiarini, menjelaskan bahwa Kota Batam dipilih sebagai sampel pemeriksaan kinerja tematik nasional karena memiliki karakteristik wilayah yang strategis sekaligus berisiko tinggi terhadap penyebaran TBC.

“Batam merupakan wilayah terpadat di Kepulauan Riau dan menjadi simpul transportasi domestik maupun internasional. Tingginya mobilitas penduduk menjadikan Batam sebagai daerah yang rentan terhadap persebaran penyakit menular. Secara nasional, Indonesia juga masih berada di peringkat kedua jumlah kasus TBC tertinggi di dunia,” jelasnya.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini