13 Titik Jalur Ranai–Sedanau Rusak, Warga Binjai Desak Perbaikan Segera

0
31
FOTO : Kondisi jalan poros di Desa Binjai, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, yang menjadi akses utama menuju Pelabuhan Fery Binjai, kini memprihatinkan.

Natuna – Kondisi jalan poros di Desa Binjai, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, yang menjadi akses utama menuju Pelabuhan Fery Binjai, kini memprihatinkan.

Kerusakan berat di sepanjang ruas jalan tersebut dikhawatirkan mengganggu aktivitas transportasi dan distribusi logistik yang menghubungkan Ranai dan Sedanau.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, sedikitnya terdapat 13 titik kerusakan berat di sepanjang jalan dengan panjang sekitar lima kilometer tersebut.

Permukaan jalan berlubang dan rusak parah tidak hanya memperlambat waktu tempuh, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari dan saat musim hujan.

Jalur ini memiliki peran strategis bagi masyarakat, khususnya warga Binjai dan Ranai yang hendak menuju Sedanau maupun sebaliknya.

Selain menjadi akses utama transportasi penumpang ferry, jalan tersebut juga menjadi jalur penting distribusi barang dan aktivitas bongkar muat logistik di pelabuhan.

Kepala Desa Binjai, Said Rosid, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui kegiatan reses anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Mustamin.

“Sudah pernah kita sampaikan lewat reses anggota DPRD Provinsi, Pak Mustamin, beberapa waktu lalu,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Ia menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju pelabuhan dan memiliki peran vital dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

“Jalan ini satu-satunya akses ke Pelabuhan Fery Binjai. Selain sebagai jalur transportasi penumpang ferry Ranai–Sedanau, di pelabuhan ini juga terdapat aktivitas bongkar muat barang. Kami berharap pemerintah memberi perhatian serius,” tegas Said Rosid.

Keluhan serupa disampaikan para pengguna jalan. Seorang pengemudi jasa transportasi rute Ranai–Binjai mengaku kondisi jalan sudah lama rusak tanpa perbaikan berarti.

“Setiap hari kami melewati jalan ini. Kondisinya rusak dan berbahaya, apalagi saat malam atau hujan. Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Warga setempat juga menyampaikan kekhawatiran yang sama. Mereka menilai kerusakan jalan yang dibiarkan berlarut-larut berpotensi menimbulkan kecelakaan serius hingga korban jiwa.

“Kami khawatir akan memakan korban jiwa jika tidak segera diperbaiki. Mudah-mudahan pemerintah segera mengambil tindakan,” kata Andi, salah seorang warga Binjai.

Masyarakat berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan jalan tersebut, mengingat jalur ini merupakan urat nadi transportasi dan distribusi logistik yang sangat penting bagi kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas warga Natuna.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini