Sambut Pembangunan Pasar JICA, Pemkab Natuna Tertibkan TPS Pasar Ranai

0
94
Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik di ruang kerjanya

Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Ranai.

Imbauan tersebut disampaikan sehubungan dengan akan dimulainya pembangunan Pasar Jepang Natuna, proyek hibah dari Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA).

Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, menyampaikan hal tersebut di ruang kerjanya pada Jumat (9/1/2026).

Menurutnya, lokasi TPS Pasar Ranai berada cukup dekat dengan area pembangunan Pasar Ikan Modern, yang dirancang menjadi pusat perikanan terpadu dan ikon ekonomi bahari di Kabupaten Natuna.

“Kami imbau masyarakat agar tidak lagi membuang sampah di TPS Pasar Ranai, karena area itu akan dibangun Pasar Jepang Natuna. Pemerintah sudah menyiapkan langkah penanganan sementara,” ujar Jarmin.

Jarmin meminta kerja sama seluruh masyarakat, karena pembangunan ini untuk kepentingan bersama dan masa depan ekonomi daerah.

Menindaklanjuti imbauan tersebut, Kepala Bidang Persampahan, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas (PSLB3PK) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Natuna, Poller Sirait, membenarkan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah teknis untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah masyarakat.

“Saat ini DLH masih menempatkan tiga unit kontainer di lokasi TPS Pasar Lama sebagai alternatif sementara bagi masyarakat yang ingin membuang sampah,” jelas Poller.

Ia menambahkan, keberadaan TPS lama nantinya akan ditutup dan dimusnahkan karena merupakan aset daerah. Namun, kontainer masih akan tetap disediakan di lokasi tersebut dalam jangka pendek.

“Masyarakat kami minta membuang sampah ke dalam kontainer, bukan lagi di area TPS-nya,” tegasnya.

Sebagai solusi jangka panjang, DLH Natuna merencanakan pembangunan TPS permanen di Tegul Laksamana. Lokasi tersebut akan difungsikan sebagai pengganti TPS Pasar Lama.

“Rencananya tahun ini kami realisasikan pembangunan TPS di Tegul Laksamana. Kalau nanti di pasar lama sudah tidak bisa dipakai, kami akan cari alternatif lain, mungkin di area pasar baru, tapi tetap melihat kondisi lapangan,” ujar Poller.

Selain itu, DLH juga menambah jadwal pengangkutan sampah dari TPS menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sebayar untuk mencegah penumpukan.

“Kalau sebelumnya pengangkutan dilakukan hanya pagi hari, nanti akan kami tambah jadi dua kali, pagi dan sore. Intinya, kita lihat situasi di lapangan agar tidak terjadi penumpukan,” tambahnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Natuna berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung kelancaran proyek pembangunan Pasar Jepang Natuna.

Pasar Jepang Natuna sendiri merupakan proyek kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Natuna dan Pemerintah Jepang melalui JICA.

Pasar ini akan menjadi pusat aktivitas perdagangan hasil laut dan didukung berbagai fasilitas modern guna meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat daya tarik wisata bahari daerah. (Bk/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini