
Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memimpin Apel Gabungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam di Dataran Engku Putri, Kantor Wali Kota Batam, Senin (9/2/2026). Apel tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.
Apel gabungan ini menjadi momentum penting penyampaian hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 yang diikuti seluruh kepala daerah se-Indonesia di Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.
Dalam arahannya, Amsakar menyampaikan bahwa dirinya bersama Wakil Wali Kota menerima arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait percepatan implementasi Asta Cita serta strategi transformasi pembangunan daerah.
“Kami bersama Ibu Wakil menerima arahan langsung dari Bapak Presiden. Seluruh jajaran pemerintah daerah diminta memberi perhatian serius terhadap pelaksanaan Asta Cita dan strategi transformasi pembangunan,” ujar Amsakar.
Salah satu program prioritas yang menjadi perhatian Presiden adalah peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Program ini menekankan pentingnya kebersihan lingkungan, kesehatan masyarakat, serta kenyamanan wilayah sebagai fondasi peningkatan kualitas hidup.
Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi sorotan utama. Amsakar menegaskan tidak boleh lagi ada praktik pelayanan yang memungut biaya di luar ketentuan.
“Saya tidak ingin lagi mendengar adanya pelayanan yang memungut biaya. Pelayanan publik harus bersih, profesional, dan berintegritas,” tegasnya.
Amsakar juga menyinggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden. Menurutnya, program tersebut merupakan investasi besar negara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Program MBG adalah investasi luar biasa untuk rakyat. Targetnya 82,3 juta penerima manfaat hingga akhir 2026 dan berpotensi membuka hingga satu juta lapangan pekerjaan. OPD teknis harus bergerak cepat menyukseskannya,” jelasnya.
Presiden, lanjut Amsakar, memiliki visi besar memastikan seluruh rakyat Indonesia memiliki kecukupan pangan, hidup sehat, memperoleh pendidikan layak, serta memiliki penghasilan yang memadai.
Isu kebersihan lingkungan juga mendapat perhatian khusus. Amsakar menginstruksikan camat dan lurah agar segera menuntaskan persoalan sampah di wilayah masing-masing.
“Tidak boleh lagi ada sampah berserakan di tepi jalan. Rabu ini kita akan gelar kegiatan bersama. Kantor pemerintah, lembaga, sekolah, BUMN, dan BUMD harus bersih. Semua harus hadir dan bekerja,” ujarnya.
Selain sampah, ia turut menyoroti penggunaan atap seng yang dinilai kurang mendukung estetika kota. Ke depan, ia mendorong penggunaan material bangunan yang lebih representatif, seperti genting, demi mewujudkan kota yang lebih rapi dan nyaman.
Dari sisi kinerja, Amsakar memberikan penekanan khusus kepada BP Batam untuk mempercepat proses tender dan lelang serta menuntaskan persoalan pelayanan air bersih. Sementara Pemko Batam diminta fokus pada penyelesaian persoalan sampah dan peningkatan kualitas pelayanan publik yang kerap menjadi perhatian masyarakat, termasuk di media sosial.
Menutup arahannya, Amsakar mengajak seluruh jajaran membangun energi kolektif demi percepatan pembangunan Kota Batam.
“Mari kita bangun energi kolektif bersama, menciptakan lompatan-lompatan kemajuan. Bergerak cepat, serius, dan berorientasi hasil. Ini bagian dari ikhtiar kita mempercepat pelaksanaan Asta Cita Presiden,” pungkasnya.
Editor : Papi












