Lima Putra Daerah Natuna Ikuti Pelatihan Rigger PPSDM Migas 2026

0
31
FOTO : Kepala Disnakertrans Kabupaten Natuna, Indra Joni,

Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna terus mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), lima putra daerah Natuna terpilih mengikuti Pelatihan Operasi Pesawat Angkat, Angkut, dan Juru Ikat Beban (Rigger) Angkatan II Program Bantuan Masyarakat (PBM) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh PPSDM Migas.

Kelima peserta tersebut merupakan hasil seleksi dari 10 peserta yang sebelumnya dinyatakan lulus tahap awal. Namun, hanya lima peserta dengan peringkat nilai tertinggi yang berhak mengikuti pelatihan bersertifikasi tersebut.

Adapun lima peserta yang dinyatakan diterima, yakni:

R. Deni Hardiansyah – Bandarsyah, Bunguran Timur (Skor 175)

M. Suhadak Al-Zabur – Sabang Mawang Barat, Pulau Tiga (Skor 165)

Toni Salizar – Bunguran Timur Laut (Skor 164)

Ryko Jhodiansyah – Bandarsyah, Bunguran Timur (Skor 163)

Dion Rahman – Bandarsyah, Bunguran Timur (Skor 163)

Pengumuman tersebut tertuang dalam surat bernomor 500.15.1/49/DTKT.UP.3/III/2026 yang dikeluarkan oleh Disnakertrans Kabupaten Natuna di Ranai.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Natuna, Indra Joni, mengatakan pelatihan dijadwalkan berlangsung pada 12 hingga 24 April 2026.

“Dari 10 peserta yang dinyatakan lulus, hanya lima orang yang diterima mengikuti pelatihan berdasarkan peringkat skor tertinggi dari satu sampai lima. Pelatihan ini akan diselenggarakan di Pusdiklat PPSDM Migas di Cepu, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, selama 12 hari,” ujarnya, Rabu (4/3/2026), melalui pesan WhatsApp.

Ia menjelaskan, setelah mengikuti pelatihan, para peserta akan mendapatkan sertifikat resmi dari PPSDM Migas yang dapat menjadi bekal untuk bekerja di sektor industri migas maupun konstruksi.

Menurut Indra Joni, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia Natuna menghadapi peluang investasi yang berpotensi masuk ke daerah, baik di sektor pertanian, perkebunan, budidaya perikanan, maupun sektor pelabuhan.

“Dengan meningkatnya investasi, kebutuhan tenaga kerja juga akan bertambah. Ini akan menggerakkan roda perekonomian dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Program ini diharapkan dapat membuka peluang kerja baru bagi masyarakat Natuna, khususnya di sektor industri yang membutuhkan tenaga kerja bersertifikasi di bidang operasi pesawat angkat dan juru ikat beban.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini