Listrik Tak Stabil di Desa Mepar, Warga Harapkan Solusi Nyata dari Pemerintah

0
29
FOTO ilustrasi

Lingga – Di tengah geliat pembangunan dan semangat kemajuan desa, masyarakat Desa Mepar masih harus bergulat dengan persoalan mendasar: listrik yang belum stabil.

Mesin pembangkit yang selama ini menjadi sumber energi desa, meski telah berulang kali diperbaiki, tak kunjung mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Gangguan demi gangguan terus terjadi. Listrik padam bukan lagi kejadian langka, melainkan rutinitas yang perlahan menggerus kenyamanan hidup warga.

Dampaknya pun terasa nyata. Aktivitas rumah tangga terganggu, anak-anak kesulitan belajar di malam hari, hingga pelaku usaha kecil harus menanggung kerugian akibat operasional yang terhenti.

Dalam kondisi tertentu, pemadaman bahkan berlangsung cukup lama, meninggalkan kegelapan yang bukan hanya secara fisik, tetapi juga memudarkan harapan.

Ironisnya, situasi ini terjadi di tengah momentum yang seharusnya penuh kebahagiaan. Saat Hari Raya tiba, ketika cahaya menjadi simbol kemenangan, warga justru dihadapkan pada keterbatasan.

Suasana kebersamaan menjadi kurang sempurna, bahkan ibadah pun tidak dapat dijalankan secara optimal.

Lebih jauh, Desa Mepar bukanlah desa tanpa potensi. Desa ini bahkan telah masuk dalam nominasi 500 besar pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa Mepar memiliki daya tarik wisata yang menjanjikan.

Namun, potensi tersebut terancam terhambat jika kebutuhan dasar seperti listrik tidak terpenuhi dengan baik. Pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pelayanan kepada wisatawan sangat bergantung pada ketersediaan energi yang stabil.

Masyarakat pun mulai mempertanyakan, sampai kapan kondisi ini akan terus berlangsung.

Harapan besar kini tertuju kepada pemerintah dan pihak PLN untuk menghadirkan solusi jangka panjang. Salah satu opsi yang dinilai realistis adalah penyambungan jaringan listrik dari pusat ibu kota Kabupaten Lingga, mengingat jaraknya yang relatif tidak terlalu jauh.

Langkah tersebut diyakini bukan sekadar perbaikan teknis, tetapi juga menjadi investasi masa depan bagi masyarakat Desa Mepar—baik untuk peningkatan kualitas pendidikan, pertumbuhan ekonomi, maupun pengembangan sektor pariwisata.

Kini, yang dibutuhkan bukan lagi perbaikan sementara, melainkan kebijakan yang berani dan berkelanjutan.

Sebab bagi warga Mepar, listrik bukan hanya soal terang atau gelap. Ia adalah tentang harapan, kehidupan, dan masa depan.

Senada dengan itu, salah seorang warga Desa Mepar yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, listrik kembali mengalami gangguan akibat kerusakan mesin yang berlangsung selama dua malam berturut-turut.

“Gangguan seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Proses perbaikan butuh waktu, sehingga aktivitas masyarakat ikut terganggu dan tertunda. Kami berharap ada solusi cepat agar listrik bisa kembali normal,” ujarnya.(Bk/Iwan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini