Dumai – Di balik gemerlap lampu panggung dan padatnya pengunjung, Dumai Expo 2026 sejatinya menyimpan peran yang jauh lebih besar dari sekadar pesta rakyat.
Event tahunan ini kini menjelma menjadi wajah promosi daerah yang memperkenalkan potensi Kota Dumai ke khalayak luas, baik dari dalam maupun luar daerah.
Digelar sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-27 Kota Dumai, expo ini mengusung konsep integratif yang menyatukan kekuatan ekonomi kreatif, budaya lokal, hingga sektor pariwisata dalam satu ruang interaksi.
Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan identitas Dumai sebagai kota yang tak hanya bertumpu pada sektor industri, tetapi juga kaya akan potensi UMKM dan budaya.
Pembukaan resmi yang dilakukan oleh Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto, pada Senin malam (27/04/2026), menjadi titik awal dari geliat promosi tersebut.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Dumai Expo merupakan etalase daerah tempat seluruh potensi lokal ditampilkan secara terbuka.
“Melalui Dumai Expo, kita ingin menunjukkan bahwa Dumai memiliki banyak potensi yang bisa dibanggakan, baik dari sektor ekonomi, budaya, maupun pariwisata,” ujarnya.
UMKM Jadi Ujung Tombak Promosi
Salah satu daya tarik utama Dumai Expo terletak pada ratusan pelaku UMKM yang mengisi stan pameran. Beragam produk ditampilkan, mulai dari kuliner khas Melayu, kerajinan tangan, hingga produk kreatif berbasis inovasi anak muda.
Tak sekadar menyasar pasar lokal, kehadiran UMKM ini menjadi bagian dari strategi promosi yang lebih luas—membuka peluang pasar baru sekaligus menarik minat pengunjung dari luar daerah.
Dampaknya mulai terasa. Komposisi pengunjung yang datang menunjukkan peningkatan partisipasi dari luar Kota Dumai, bahkan dari berbagai daerah di Provinsi Riau. Mereka tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga sebagai konsumen yang turut menggerakkan roda ekonomi lokal.
Budaya dan Kolaborasi Jadi Kekuatan
Selain sektor ekonomi, panggung hiburan dan pertunjukan budaya menjadi media efektif dalam memperkenalkan kekayaan tradisi lokal. Setiap penampilan tak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat identitas Dumai di mata pengunjung.
Dalam kesempatan itu, Sugiyarto juga memberikan apresiasi kepada Karang Taruna Kota Dumai sebagai penyelenggara. Ia menilai keberhasilan Dumai Expo 2026 membuktikan bahwa promosi daerah tidak selalu bergantung pada anggaran besar.
“Meski tanpa dukungan APBD, Karang Taruna mampu menghadirkan acara yang meriah. Ini menunjukkan kekuatan kolaborasi dan semangat gotong royong,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam membangun citra positif daerah, mengingat promosi kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat.
Dari Hiburan Menuju Kekuatan Ekonomi
Dengan konsep yang semakin matang, Dumai Expo kini berkembang menjadi instrumen penting dalam strategi promosi daerah. Event ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka peluang investasi, memperluas jaringan pemasaran UMKM, serta memperkuat posisi Dumai di tingkat regional.
Momentum Hari Jadi ke-27 Kota Dumai pun semakin bermakna, tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai refleksi kemajuan dan optimisme masa depan.
Dumai Expo 2026 menjadi bukti bahwa sebuah event daerah, jika dikelola dengan baik, mampu menjelma menjadi kekuatan ekonomi sekaligus identitas kebanggaan masyarakat.(Diskominfo)









