Progres Rehabilitasi MTsS Ibnu Hajar Serasan Lampaui Target, Dikebut Rampung Sebelum Tahun Ajaran Baru

0
13
Progres rehabilitasi MTsS Ibnu Hajar di Kecamatan Serasan, Natuna, terus dikebut dan kini telah melampaui target, dengan fokus pada penyelesaian tahap finishing.

Natuna – Pekerjaan rehabilitasi dan renovasi Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Ibnu Hajar di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga saat ini, capaian pembangunan telah melampaui target yang direncanakan.

Berdasarkan data proyek, kegiatan ini merupakan bagian dari paket Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Provinsi Kepulauan Riau 5 yang dilaksanakan oleh kontraktor KSO BKU–APR dengan nilai kontrak sebesar Rp3.012.694.368,71, bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026.

Kontrak pekerjaan dimulai pada akhir November 2025 dengan masa pelaksanaan selama 270 hari kalender serta masa pemeliharaan 180 hari kalender. Adapun konsultan pengawas adalah PT Alocita Mandiri KSO CV Cremona Engineering Consultant, sementara konsultan perencana CV Mega Citra Buana.

Pelaksana kegiatan, Wan Ricco Saputra, mengungkapkan bahwa progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 61 persen, melampaui rencana yang seharusnya berada di kisaran 38 persen pada periode yang sama.

“Alhamdulillah progres kita sudah jauh di atas target. Meski begitu, pekerjaan tetap kita gesa agar bisa selesai lebih cepat dari jadwal,” ujarnya di Ranai pada Rabu (06/05/2026).

Secara kontraktual, proyek ini ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Namun, pihak pelaksana berupaya mempercepat penyelesaian agar bangunan sekolah dapat digunakan sebelum dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini merupakan rehabilitasi berat terhadap bangunan lama yang sudah tidak layak pakai. Sebanyak delapan ruang kelas dibongkar total dan dibangun kembali, sementara dua ruang kelas lainnya direhabilitasi dengan perbaikan atap, plafon, penggantian pintu, serta pengecatan.

“Bangunan lama sudah tidak layak sehingga harus dibongkar dan dibangun ulang. Jadi ini masuk kategori rehabilitasi berat,” jelasnya.

Selain ruang kelas, pekerjaan juga mencakup pembangunan fasilitas pendukung seperti WC tiga pintu, pagar sekolah, penataan halaman, serta penyediaan sarana air bersih berupa sumur dan tandon air.

Saat ini, pekerjaan struktur dan atap telah rampung. Tahapan yang sedang berjalan difokuskan pada pekerjaan finishing, meliputi pemasangan plafon, jendela, keramik, serta pengecatan.

Di awal pelaksanaan, proyek sempat menghadapi kendala ketersediaan material yang harus sesuai spesifikasi kementerian. Beberapa material tidak tersedia di Natuna sehingga harus didatangkan dari luar daerah. Namun kendala tersebut kini telah teratasi.

“Sekarang material sudah tersedia, jadi kita bisa fokus ke penyelesaian pekerjaan,” ungkap Wan Ricco.

Wan Ricco berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan hingga selesai sesuai target. Ia juga menaruh harapan besar agar gedung sekolah tersebut segera dapat dimanfaatkan.

Meski dalam kontrak pekerjaan ditargetkan selesai pada Agustus 2026, pihak pelaksana berupaya mempercepat penyelesaian agar bangunan sudah dapat dimanfaatkan sebelum tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai.

“Kami berharap sebelum tahun ajaran baru dimulai, sekolah ini sudah bisa digunakan. Saat ini para siswa masih menumpang belajar di sekolah lain,” tutupnya. (Bk/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini