Bangkit dan Berdaya, Ahli Waris Ikuti Pelatihan PEKA BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Samosir

0
13
kegiatan pelatihan PEKA yang diikuti oleh 10 orang ahli waris di Kabupaten Samosir pada tanggal 18 Agustus 2026.

Bursakota.co.id, Samosir – Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak berhenti pada saat manfaat diberikan. Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA), BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong para ahli waris penerima manfaat untuk bangkit, memiliki keterampilan, dan membangun kemandirian ekonomi. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan PEKA yang diikuti oleh 10 orang ahli waris di Kabupaten Samosir pada tanggal 18 Agustus 2026.

Kegiatan PEKA BPJS Ketenagakerjaan dilaksanakan secara serentak se Indonsia pada tanggal 18 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan potensi dan peluang usaha, yaitu Tata Boga, Tata Rias Pengantin, dan Menjahit.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pematangsiantar Syarifah Wan Fatimah beserta jajaran, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Samosir Elman Silalahi, Kepala Bidang Tenaga Kerja Joni Malau, serta Kepala UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Samosir Duma Sari H. Sitanggang.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pematangsiantar, Syarifah Wan Fatimah, menyampaikan bahwa PEKA merupakan wujud komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada pekerja dan keluarganya.

“Kami ingin memastikan bahwa manfaat yang diterima tidak hanya membantu kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat menjadi titik awal untuk bangkit dan mandiri. Melalui pelatihan ini, kami berharap para ahli waris dapat memperoleh keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi usaha dan sumber penghasilan baru bagi keluarga,” ujarnya.

Syarifah juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Samosir dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Lebih lanjut, Syarifah mengajak para peserta untuk memanfaatkan kesempatan yang diberikan dengan sebaik-baiknya dan tidak berhenti pada pelatihan saja. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh akan semakin berarti apabila dikembangkan secara konsisten hingga mampu menghasilkan nilai ekonomi.

“Jadikan pelatihan ini sebagai langkah awal untuk membuka peluang baru. Kami berharap dari 10 ahli waris yang mengikuti kegiatan ini dapat lahir usaha-usaha baru yang produktif, sehingga mereka tidak hanya menerima manfaat, tetapi juga mampu menciptakan penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Inilah semangat PEKA, dari menerima manfaat menjadi berdaya dan mandiri,” tutupnya.(Bk/Dedy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini