200 Hektare Sawah di Rambong Lop Gagal Panen Diserang Hama Tikus, Petani Minta Bantuan Pemerintah

0
8
FOTO : Sekitar 200 hektare lahan persawahan masyarakat Desa Rambong Lop, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, dilaporkan mengalami gagal panen total akibat serangan hama tikus.

Aceh Timur — Sekitar 200 hektare lahan persawahan masyarakat Desa Rambong Lop, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, dilaporkan mengalami gagal panen total akibat serangan hama tikus.

Serangan tersebut menjadi pukulan berat bagi petani. Selain kehilangan hasil panen, masyarakat kini dihadapkan pada persoalan baru, yakni keterbatasan modal untuk kembali menggarap sawah pada musim tanam berikutnya.

Kepala Desa Rambong Lop, Muzakkir, mengatakan serangan hama tikus telah menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat yang mayoritas menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.

“Luas lahan sekitar 200 hektare yang diserang hama jenis tikus. Akibat serangan tersebut, warga mengalami gagal panen total,” kata Muzakkir kepada media, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah daerah dinilai perlu segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi petani sekaligus mencari solusi terhadap serangan hama yang telah merusak tanaman masyarakat.

Muzakkir berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan Pemerintah Aceh memberikan perhatian serius kepada para petani terdampak, termasuk melalui bantuan modal.

“Kami berharap kepada pemerintah kabupaten dan provinsi agar memberikan perhatian penuh kepada masyarakat yang sudah mengalami gagal panen,” ujarnya.

Ia mengatakan, bantuan modal sangat dibutuhkan agar petani dapat kembali mengolah lahan mereka. Setelah mengalami gagal panen, petani harus kembali menanggung biaya pengolahan sawah, pembelian benih, pupuk, obat-obatan serta kebutuhan pertanian lainnya.

“Semua masyarakat yang gagal panen diharapkan bisa dibantu, semacam modal untuk kembali bertani seperti semula. Mereka membutuhkan modal dengan kondisi seperti ini,” katanya.

Selain bantuan modal, Muzakkir juga meminta instansi terkait segera melakukan langkah konkret untuk mengendalikan populasi hama tikus di kawasan persawahan Desa Rambong Lop.

Menurutnya, penanganan hama secara serius sangat penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan semakin memperparah kondisi ekonomi petani pada musim tanam mendatang.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat segera turun melihat kondisi persawahan dan masyarakat. Yang paling kami harapkan sekarang adalah perhatian pemerintah. Masyarakat membutuhkan solusi agar bisa kembali bertani,” pungkas Muzakkir. (hsb)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini