Pertamina Perkuat Ketahanan Pangan Kampung Tua Terih, Produk Olahan Laut Tembus Malaysia dan Singapura

0
16
FOTO : PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kampung Bahari Si Pelaut (Sinergi Inovasi Pengelolaan Sumber Daya Laut) di Kampung Tua Terih, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

Batam, Bursakota.co.id – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kampung Bahari Si Pelaut (Sinergi Inovasi Pengelolaan Sumber Daya Laut) di Kampung Tua Terih, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

Program yang dijalankan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hang Nadim ini mendorong masyarakat mengembangkan potensi sumber daya laut menjadi kegiatan produktif, mulai dari budidaya perikanan hingga pengolahan hasil laut menjadi produk pangan bernilai ekonomi.

Sejak dirintis pada 2022, program Kampung Bahari Si Pelaut terus berkembang dengan mengintegrasikan pemberdayaan sosial, ekonomi, dan pendidikan. Memasuki tahun keempat, program ini menjadi salah satu upaya Pertamina dalam mendorong kemandirian masyarakat pesisir sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Silvani Maiyestuhariani, mengatakan program tersebut dirancang untuk mengoptimalkan potensi lokal melalui inovasi yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

“Memasuki tahun keempat pelaksanaan program, Kampung Bahari Si Pelaut hadir sebagai integrasi dari beberapa program yang telah dilaksanakan sebelumnya, mulai dari aspek sosial, ekonomi, hingga pendidikan,” ujar Silvani dalam keterangan pers, Selasa (13/10/2026).

Silvani menjelaskan, program ini melibatkan sejumlah kelompok masyarakat, yakni Kelompok Usaha Bersama (KUB) Terihindo Jaya Lestari, KUB Belian Tuah, Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari, dan Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Poklahsar) Sukses Bersama.

Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat mengembangkan budidaya ikan kakap, bawal, dan kerapu, budidaya ikan air tawar, serta penanaman sayuran dengan sistem akuaponik. Kegiatan rehabilitasi mangrove juga dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir.

Tak hanya mengembangkan budidaya, masyarakat turut mengolah hasil perikanan menjadi berbagai produk bernilai tambah. Langkah ini membuka peluang usaha baru sekaligus mengurangi bagian hasil laut yang terbuang.

Ketua KUB Terihindo Jaya Lestari, Saidar, mengungkapkan pendampingan Pertamina membawa perubahan bagi kelompok nelayan di Kampung Tua Terih. Sebelumnya, usaha mereka menghadapi berbagai kendala, termasuk kegagalan budidaya akibat keterbatasan kapasitas dan akses pasar.

“Dulu kami hanya kelompok nelayan yang mengandalkan hasil tangkapan laut yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan musim. Selain pendampingan, kami dibekali penguatan kapasitas, penyediaan sarana budidaya, serta pengembangan akses pasar,” kata Saidar.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi titik balik bagi kelompok untuk kembali membangun usaha budidaya perikanan secara lebih terencana dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pemanfaatan bagian ikan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan. Kulit hingga tulang ikan diolah menjadi enam produk unggulan, yakni keripik kulit ikan tenggiri rasa original dan pedas manis, kerupuk kulit ikan kakap, swiss roll abon ikan, abon ikan, serta penyedap rasa berbahan tulang ikan.

Bahkan, kepala udang yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini diolah menjadi produk penyedap rasa. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai ekonomi hasil laut sekaligus menerapkan prinsip pemanfaatan sumber daya secara lebih optimal.

Produk olahan kelompok masyarakat tersebut kini telah dipasarkan hingga ke Malaysia dan Singapura. Capaian ini membuka peluang bagi usaha masyarakat pesisir untuk memperluas jangkauan pasar di luar daerah.

Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus mendampingi masyarakat melalui program Kampung Bahari Si Pelaut, terutama dalam pengembangan budidaya perikanan, penguatan usaha olahan hasil laut, serta pelestarian lingkungan pesisir.

Melalui program TJSL tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui AFT Hang Nadim berharap inovasi berbasis potensi lokal dapat membantu masyarakat menghadapi tantangan perubahan iklim, memperkuat ketahanan pangan, dan menciptakan kegiatan ekonomi yang produktif serta berkelanjutan.

Program ini juga mendukung pencapaian sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), meliputi pengentasan kemiskinan, penghapusan kelaparan, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, serta pelestarian ekosistem laut.

Dengan penguatan ekonomi sirkular, peningkatan kapasitas budidaya perikanan, dan pemberdayaan kelompok masyarakat, Kampung Bahari Si Pelaut diharapkan terus berkembang sebagai model pengelolaan potensi pesisir yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini