Lima Hari Hanyut hingga Malaysia, Nelayan Anambas Berhasil Dijemput SAR Natuna

0
20
FOTO : Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna berhasil memulangkan Bachtiar (61), nelayan asal Desa Genting Pulur, Kabupaten Kepulauan Anambas, yang hanyut hingga perairan Malaysia setelah terombang-ambing di laut selama lima hari.

Bursakota.co.id, Anambas – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna berhasil memulangkan Bachtiar (61), nelayan asal Desa Genting Pulur, Kabupaten Kepulauan Anambas, yang hanyut hingga perairan Malaysia setelah terombang-ambing di laut selama lima hari.

Proses pemulangan berlangsung pada Sabtu (17/10/2026) melalui koordinasi antara Kantor SAR Natuna dan Maritime Rescue Sub-Centre (MRSC) Kuantan, Malaysia. Serah terima korban dilakukan di perbatasan perairan Indonesia-Malaysia sekitar pukul 12.00 WIB.

Dalam operasi tersebut, Pos SAR Anambas mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Natuna dari Pelabuhan Letung, Kabupaten Kepulauan Anambas. Sementara itu, pihak Malaysia mengerahkan KM Sebatik melalui MRSC Kuantan untuk mendukung proses pemindahan korban.

Kedua negara menyepakati titik pertemuan pada koordinat 02°54.411′ N dan 104°51.233′ E, atau sekitar 51 mil laut dari Pelabuhan Letung, Kecamatan Jemaja.

Keberhasilan pemulangan Bachtiar merupakan hasil koordinasi intensif antara unsur SAR Indonesia dan Malaysia, didukung pemerintah daerah serta sejumlah instansi terkait.

Sebelumnya, Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, S.E., juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dan Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepulauan Riau untuk mendukung proses pemulangan nelayan tersebut ke Tanah Air.

Seluruh Unsur Terlibat, Korban Selamat

Operasi penjemputan melibatkan berbagai unsur, di antaranya TNI Angkatan Laut, Polri di Jemaja, Polairud Polres Kepulauan Anambas, Koramil, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas.

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) turut berperan dalam rencana pemulangan pompong milik korban dari perbatasan menuju Pulau Jemaja.

Abdul Rahman menyampaikan bahwa proses pemindahan dan pemulangan Bachtiar dari Malaysia ke Indonesia telah berjalan lancar. Seluruh personel dan korban dilaporkan dalam keadaan selamat dan sehat.

“Proses pemindahan atau pemulangan Saudara Bachtiar, nelayan kita asal Anambas dari Malaysia menuju Indonesia, telah terlaksana dan seluruh unsur yang tergabung telah berhasil tiba kembali. Baik personel maupun korban semua dalam keadaan selamat dan sehat, serta aset laut yang dipergunakan yaitu RIB 02 Natuna milik Kantor SAR Natuna juga dalam keadaan aman hingga tiba di Pelabuhan Letung, Jemaja,” ungkap Abdul Rahman.

Ia bersyukur Bachtiar akhirnya dapat kembali ke Tanah Air dan berkumpul bersama keluarganya setelah mengalami kejadian yang berisiko di tengah laut.

SAR Ingatkan Nelayan Lengkapi Alat Keselamatan

Di balik keberhasilan operasi tersebut, Abdul Rahman mengingatkan para nelayan agar tidak mengabaikan perlengkapan keselamatan dan navigasi saat melaut.

Pengalaman Bachtiar yang terombang-ambing selama lima hari menjadi pengingat bahwa kesiapan peralatan dapat menentukan keselamatan ketika menghadapi situasi darurat di laut.

Menurut Abdul Rahman, nelayan perlu memastikan ketersediaan radio komunikasi, perangkat navigasi seperti GPS, penerangan yang memadai, serta perlengkapan keselamatan lainnya sebelum berangkat melaut.

“Membayangkan selama lima hari terombang-ambing di laut, tanpa kesiapan, tidak ada radio komunikasi, tidak ada GPS, hingga mungkin penerangan yang tidak memadai bukanlah hal yang mudah. Maka kami tidak akan bosan-bosan mengingatkan dan mengimbau agar ketersediaan radio komunikasi, alat navigasi, dan alat keselamatan di laut lainnya menjadi hal yang wajib. Selalu perhatikan imbauan cuaca di perairan sekitar agar terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan,” tutupnya.

Kantor SAR Natuna juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah terlibat dalam proses penjemputan dan pemulangan Bachtiar.

Keberhasilan ini sekaligus menegaskan pentingnya koordinasi lintas negara dalam operasi pencarian dan pertolongan, khususnya di wilayah perairan perbatasan utara Indonesia yang memiliki tantangan geografis tersendiri.

Dengan kembalinya Bachtiar dalam keadaan selamat, Basarnas kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan bagi masyarakat, termasuk nelayan yang menghadapi keadaan darurat di wilayah perbatasan.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini