
Lingga – Di Daik, sejarah tidak hanya tersimpan dalam catatan dan cerita turun-temurun. Jejak kejayaan Kesultanan Melayu masih dapat dijumpai melalui makam para tokoh, masjid bersejarah, hingga peninggalan peradaban yang menjadi kebanggaan masyarakat Lingga.
Nuansa sejarah itulah yang terasa dalam kunjungan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kajati Kepri), Transiswara Adhi, ke Daik, Kabupaten Lingga, Jumat (30/10/2026).
Didampingi Bupati Lingga, Muhammad Nizar, Kajati menyempatkan diri berziarah ke makam Sultan Mahmud Riayat Syah dan Makam Merah.
Dalam suasana khidmat, rombongan memberikan penghormatan kepada para tokoh yang telah meninggalkan jejak penting dalam perjalanan sejarah Melayu.
Ziarah tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang kepemimpinan, perjuangan, serta nilai-nilai yang diwariskan generasi terdahulu.
Sultan Mahmud Riayat Syah merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Kesultanan Melayu. Jejak kepemimpinannya menjadi bagian dari perjalanan panjang peradaban Melayu, khususnya di wilayah Kepulauan Riau.
Makamnya di Lingga bukan sekadar situs pemakaman, tetapi juga penanda sejarah yang memperkuat identitas daerah sebagai salah satu pusat kebudayaan Melayu.
Kunjungan kemudian berlanjut ke Masjid Jami’ Sultan Lingga. Di masjid bersejarah tersebut, Transiswara Adhi menyempatkan diri menunaikan salat sunah. Bangunan yang menjadi salah satu ikon Kabupaten Lingga itu menyimpan nilai religius sekaligus menjadi saksi perjalanan kehidupan masyarakat Melayu di Daik.
Usai beribadah, suasana kunjungan berlangsung lebih santai. Kajati Kepri bersama Bupati Lingga dan sejumlah tokoh masyarakat berbincang di halaman masjid. Silaturahmi terjalin dalam suasana akrab, di tengah lingkungan yang sarat dengan nilai adat, sejarah, dan keagamaan.
Bagi Lingga, makam para tokoh terdahulu dan masjid bersejarah bukan sekadar peninggalan masa lampau. Situs-situs tersebut merupakan bagian dari jati diri masyarakat, yang menyimpan nilai perjuangan, kepemimpinan, religiusitas, serta kearifan lokal.
Kehadiran Kajati Kepri di sejumlah situs bersejarah itu pun menjadi momen untuk mengenal lebih dekat kekayaan sejarah dan budaya daerah. Di balik rangkaian kunjungan kerja, tersimpan pesan penting bahwa warisan leluhur perlu terus dijaga, dirawat, dan diperkenalkan kepada generasi penerus.
Kunjungan tersebut juga diharapkan mempererat hubungan silaturahmi antara jajaran Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau dengan Pemerintah Kabupaten Lingga.
Di Daik, sejarah seolah mengajak setiap pengunjung untuk sejenak menoleh ke belakang. Sebab, memahami perjalanan masa lalu bukan hanya tentang mengenang kejayaan, melainkan juga merawat nilai-nilai yang dapat menjadi pijakan dalam membangun masa depan.(Bk/Iwan)












