Dari Pakaian Adat hingga Busana Profesi, 320 Siswa SDN 007 Ranai Darat Bawa Pesan Keberagaman

0
13
FOTO : Pawai Budaya yang digelar SD Negeri 007 Ranai Darat dengan mengusung tema “Nusantara Beragam, Indonesia Gemilang!”.

Natuna – Jalanan Ranai Darat, Sabtu (31/10/2026) pagi, tampak berbeda dari biasanya. Ratusan anak dengan pakaian warna-warni memenuhi ruas jalan. Ada yang mengenakan pakaian adat Jawa, busana Minangkabau, baju kurung, hingga pakaian pengantin. Sebagian lainnya tampil dengan seragam profesi, seperti PNS, TNI, dan Polri.

Senyum dan langkah kecil mereka menghadirkan suasana semarak. Diiringi alunan drum band MTsN 2 Natuna, pawai bergerak menyusuri kawasan Ranai Darat, membawa pesan tentang keberagaman budaya Indonesia ke tengah masyarakat.

Itulah suasana Pawai Budaya yang digelar SD Negeri 007 Ranai Darat dengan mengusung tema “Nusantara Beragam, Indonesia Gemilang!”. Kegiatan ini melibatkan 320 siswa dari 15 kelas, yang tampil mengenakan beragam busana sebagai gambaran kekayaan budaya dan profesi di Tanah Air.

Sejak pagi, para peserta telah berkumpul di halaman sekolah. Setelah pelepasan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Ilham Kauli, didampingi Lurah Ranai Darat dan Kepala SDN 007 Ranai Darat, rombongan mulai bergerak dari gerbang sekolah menuju sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut.

Antusiasme tidak hanya terlihat dari para peserta. Warga yang berada di sepanjang jalan turut menyaksikan iring-iringan anak-anak. Kehadiran 54 personel drum band MTsN 2 Natuna semakin menambah semarak suasana melalui irama musik dan barisan yang tertata.

Di sejumlah persimpangan, personel kepolisian turut melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Langkah ini dilakukan agar seluruh rangkaian pawai berlangsung tertib dan peserta dapat melintas dengan aman.

Namun, di balik warna-warni pakaian dan kemeriahan barisan, kegiatan tersebut menyimpan tujuan pendidikan yang lebih luas. Anak-anak tidak hanya diajak mengenal pakaian tradisional, tetapi juga memahami bahwa Indonesia tumbuh dari keberagaman suku, bahasa, adat istiadat, dan tradisi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Ilham Kauli, mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan rencana pengembangan kurikulum muatan lokal berbasis Geopark yang akan diterapkan secara bertahap pada setiap jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas.

Menurut Ilham, pemahaman tentang Geopark tidak boleh hanya dibatasi pada batuan dan aspek geologi. Di dalamnya juga terdapat keanekaragaman hayati (biodiversity) serta kebudayaan masyarakat yang menjadi bagian penting dari kekayaan suatu wilayah.

Melalui kegiatan seperti Pawai Budaya, peserta didik diperkenalkan pada keragaman yang hidup di tengah masyarakat. Harapannya, pengetahuan itu tumbuh menjadi sikap saling menghargai dan kebanggaan terhadap identitas bangsa.

Ilham berharap pendidikan berbasis budaya dapat membentuk generasi yang beretika, santun, serta menghormati orang lain, baik guru, orang tua maupun lingkungan sekitarnya.

Ia juga menekankan bahwa pendidikan Geopark harus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga alam. Manusia, menurutnya, bukanlah pihak yang merusak lingkungan, melainkan harus mampu beradaptasi, hidup berdampingan, dan ikut melestarikan alam serta budaya.

Pihak sekolah melaksanakan kegiatan tersebut dengan memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagai bagian dari kegiatan literasi budaya.

Dari halaman sekolah hingga jalanan Ranai Darat, pawai itu menjadi ruang belajar yang terbuka. Anak-anak tidak hanya membaca tentang kebudayaan di dalam buku, tetapi melihat, mengenakan, dan memperkenalkannya secara langsung kepada masyarakat.

Sebab, mencintai Indonesia dapat dimulai dari hal sederhana: mengenal budaya sendiri, menghargai perbedaan, dan menjaga alam tempat kehidupan berlangsung.

Pesan itulah yang dibawa 320 siswa SDN 007 Ranai Darat melalui Pawai Budaya. Sebuah langkah kecil dari lingkungan sekolah untuk menumbuhkan generasi yang memahami keberagaman sekaligus ikut menjaga warisan alam dan budaya Natuna, sejalan dengan cita-cita Geopark Natuna menuju UNESCO Global Geopark.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini