Strategi Bupati Iskandarsyah Manjur, Karimun Catat Inflasi Terendah di Kepulauan Riau

0
12
Keterangan foto: Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah dan Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole.

Karimun, bursakota.co.id – Strategi pengendalian harga kebutuhan pokok yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Karimun kembali membuahkan hasil positif.

Berdasarkan rilis Berita Resmi Statistik per 2 November 2026, tingkat inflasi tahunan Kabupaten Karimun pada Oktober 2026 berhasil dijaga stabil di angka 2,37 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di level 110,79.

Capaian ini sekaligus mengukuhkan Kabupaten Karimun sebagai wilayah dengan tingkat inflasi tahunan terendah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Stabilitas ekonomi daerah berjuluk Bumi Berazam ini dinilai lebih tangguh ketimbang daerah tetangga, seperti Kota Batam yang mencatatkan inflasi tahunan 3,61 persen dan Kota Tanjungpinang di angka 3,67 persen. Adapun inflasi tahun kalender Karimun juga berada di posisi aman, yakni 1,35 persen.

Keterangan foto: Data grafik perkembangan indeks harga konsumen Kabupaten Karimun Oktober 2026.

Bupati Karimun, Iskandarsyah, menegaskan bahwa tren positif ini merupakan buah kerja keras sistematis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Keberhasilan kita menahan laju inflasi tahunan di angka 2,37 persen membuktikan bahwa roda ekonomi Karimun berjalan di atas rel yang benar secara konsisten. Ketika daerah lain di Kepri masih berjuang di angka 3,6 persen ke atas, Karimun mampu menjaga ketersediaan barang dengan harga wajar demi melindungi daya beli masyarakat,” ujar Iskandarsyah, Senin (2/11/2026).

Meski tren jangka panjang terkendali, Pemkab Karimun tetap mewaspadai dinamika harga jangka pendek. Secara bulanan Karimun mencatatkan inflasi sebesar 0,41 persen pada Oktober 2026.

Lonjakan singkat ini utamanya dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan komoditas cabai merah sebagai penyumbang andil tertinggi sebesar 0,49 persen akibat penurunan produksi di daerah sentra penyuplai serta kendala pasokan.

Menanggapi fluktuasi harga cabai merah tersebut, Iskandarsyah langsung menginstruksikan langkah intervensi cepat agar ketersediaan barang di pasaran segera pulih.

Keterangan foto: Masyarakat Kabupaten Karimun saat melakukan jual beli di Pasar Puan Maimun.

“Ini murni masalah distribusi musiman dari daerah penghasil. Ritme stabilitas yang sudah terjaga tidak boleh dirusak oleh kelangkaan satu dua komoditas. Saya sudah perintahkan dinas terkait untuk memperluas Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dan menggelar operasi pasar agar rantai pasok kembali normal dalam hitungan hari,” tegasnya.

Di sisi lain, laju inflasi di Karimun berhasil diredam oleh penurunan harga (deflasi) pada sejumah kebutuhan pokok lainnya, seperti udang basah, telur ayam ras, bayam, bawang putih, dan kentang.

Selain sektor pangan, masyarakat Karimun juga menikmati penurunan biaya pada kelompok kesehatan (turun 0,86 persen) serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya (turun 0,62 persen) dibandingkan tahun sebelumnya.

Guna menjaga ketahanan pangan jangka panjang, Bupati Iskandarsyah turut mengimbau masyarakat untuk mengambil peran aktif dari lingkungan rumah tangga.

“Tugas pemerintah adalah memastikan kestabilan harga di pasar. Namun, ketahanan ini akan jauh lebih kuat jika didukung kemandirian pangan keluarga. Saya mengajak masyarakat untuk menghidupkan program pemanfaatan pekarangan rumah. Menanam cabai atau sayuran mandiri adalah langkah cerdas agar dapur kita tidak gampang goyah oleh gejolak harga musiman,” tutupnya. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini