Bappenas Nilai Museum Tugu Bahasa di Penyengat Berpotensi Jadi Magnet Wisata Internasional

0
16
FOTO : Rencana pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat, Tanjungpinang

Tanjungpinang – Rencana pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan berbasis sejarah dan budaya.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Medrilzam, saat meninjau langsung kawasan Pulau Penyengat, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, keberadaan museum dan monumen tersebut akan semakin memperkuat daya tarik wisata jika pembangunan telah rampung, terlebih dengan nilai historis Pulau Penyengat yang erat kaitannya dengan lahirnya bahasa Indonesia.

“Pulau Penyengat ini sangat besar potensinya untuk wisata sejarah dan kebudayaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus mendorong percepatan realisasi pembangunan tersebut agar mampu menjadi magnet wisata, termasuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara.

“Kami berharap keunggulan ini dapat menarik wisatawan luar negeri, apalagi jika ada acara berskala internasional,” tambahnya.

Kesan mendalam juga dirasakan Medrilzam selama kunjungan. Ia mengaku terpikat dengan kekayaan sejarah dan keindahan kawasan, setelah meninjau sejumlah titik penting seperti Masjid Raya Sultan Riau, balai adat, hingga lokasi rencana pembangunan monumen.

“Kalau ke Kepri sangat jahat tidak sampai ke Penyengat. Ini bisa menjadi magnet tersendiri,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengungkapkan bahwa peletakan batu pertama pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa direncanakan akan dimulai pada Juni 2026.

“Kita masih menunggu proses lelang manajemen konstruksi. Perkiraan bulan Juni sudah mulai berjalan,” jelasnya.

Ansar menambahkan, kehadiran museum dan monumen tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Kepulauan Riau, khususnya Kota Tanjungpinang.

“Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan perputaran usaha masyarakat, khususnya di Pulau Penyengat,” pungkasnya.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini