BPDAS Kepri Dorong Planting Tourism, Mangrove Jadi Daya Tarik Wisata Berbasis Ekologi di Bintan

0
15
FOTO : Haris Sofyan saat menghadiri kegiatan Penanaman Mangrove yang digelar Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional di Bintan, Minggu (8/2/2026) pagi.

Bintan – Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Kepulauan Riau mulai menggeser paradigma pelestarian lingkungan dari sekadar penanaman menjadi pengembangan potensi ekonomi melalui program Planting Tourism.

Inisiatif ini diharapkan menjadi daya tarik baru sektor pariwisata Kepulauan Riau yang berbasis pada ekologi mangrove.

Kepala BPDAS Kepri, Haris Sofyan Hendriyanto, mengatakan program tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Kehutanan, Dinas Pariwisata, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Kepri.

“Fokus utama program ini adalah mengajak wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga berkontribusi langsung melalui aktivitas menanam mangrove,” ujar Haris Sofyan saat menghadiri kegiatan Penanaman Mangrove yang digelar Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional di Bintan, Minggu (8/2/2026) pagi.

Sembilan Titik Potensial di Bintan

Menurut Haris Sofyan, saat ini telah terpetakan sedikitnya sembilan titik lokasi di Kabupaten Bintan yang menjadi pionir pengembangan planting tourism. Sejumlah lokasi tersebut telah melibatkan kelompok masyarakat serta pegiat wisata lokal.

“Beberapa di antaranya Pengudang, Gudi Farm, hingga kawasan yang dikelola komunitas Akar Bumi seperti Pandang Tak Jemu. Lokasi-lokasi ini menjadi fokus pengembangan awal,” jelasnya.

Untuk mendukung keberlanjutan program, BPDAS Kepri juga menggandeng biro perjalanan wisata dan perhotelan guna mempromosikan paket wisata menanam kepada wisatawan.

“Karakteristik Kepulauan Riau sangat unik. Potensinya ada pada wisatawan dan ekosistem mangrove. Karena itu, pembangunan kehutanan harus mampu memanfaatkan potensi daerah tersebut,” ujarnya.

Benteng Ekologi dan Ekonomi

Selain sebagai daya tarik wisata, Haris Sofyan menegaskan bahwa mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng ekologi bagi wilayah kepulauan seperti Kepulauan Riau. Mangrove berfungsi melindungi pesisir dari abrasi, erosi, serta menjadi bagian penting dalam mitigasi bencana, termasuk tsunami.

BPDAS Kepri juga membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat maupun pengelola lahan yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan. Bibit mangrove disediakan secara gratis dan dapat diambil di persemaian BPDAS di Senggarang.

“Harapan kami, mangrove ini dijaga dan dirawat dengan baik. Jika fungsi ekologinya berjalan optimal, maka secara otomatis akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat di sekitarnya,” pungkas Haris Sofyan.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini