
Natuna – Di tengah kesibukan Pelabuhan Penagi yang tak pernah benar-benar sepi, para buruh angkut tetap setia menjalani rutinitasnya. Di bawah terik matahari dan beban barang yang silih berganti, mereka bekerja tanpa banyak keluhan, menggantungkan harapan dari setiap muatan yang diangkat.
Namun pagi itu, Rabu (18/3/2026), suasana terasa sedikit berbeda. Di antara aktivitas bongkar muat, hadir jajaran Polres Natuna yang membawa bukan sekadar tugas, tetapi juga kepedulian.
Dipimpin langsung oleh Kasat Lantas, AKP Erwan Toni, bantuan sembako dibagikan kepada para buruh angkut. Satu per satu karung beras diserahkan langsung, menjadi simbol sederhana dari perhatian kepada mereka yang selama ini bekerja di balik roda ekonomi pelabuhan.
Bagi para buruh, bantuan tersebut bukan hanya soal nilai, tetapi juga tentang rasa dihargai.
“Menjelang Hari Raya Idulfitri ini, kami ingin berbagi dengan saudara-saudara kita para buruh angkut. Semoga bantuan ini bisa sedikit membantu dan meringankan beban mereka,” ujar AKP Erwan Toni.
Di tengah keterbatasan, menjelang Lebaran sering kali menjadi momen yang paling menantang bagi pekerja harian. Kebutuhan meningkat, sementara penghasilan tak selalu pasti. Di situlah kepedulian seperti ini menjadi berarti.
Seorang buruh angkut yang menerima bantuan tampak haru. Dengan wajah lelah yang perlahan berubah menjadi senyum, ia mengungkapkan rasa syukurnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Polres Natuna, khususnya Pak Kasat Lantas. Bantuan beras ini sangat berarti bagi kami, apalagi menjelang Lebaran,” ucapnya.
Momen sederhana di pelabuhan itu menghadirkan makna yang lebih dalam—bahwa di tengah kesibukan dan kerasnya kehidupan, masih ada ruang untuk saling peduli.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk bantuan sosial, tetapi juga jembatan yang mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Kehadiran aparat di tengah-tengah warga, dengan pendekatan humanis, menjadi bukti bahwa keamanan dan kepedulian dapat berjalan beriringan.
Di antara tumpukan barang dan deru aktivitas pelabuhan, hari itu terselip kebahagiaan kecil yang mungkin sederhana, namun cukup untuk menguatkan langkah para buruh angkut dalam menyambut hari kemenangan.
Editor : Papi












