Meriahkan Tradisi Tujuh Likur, Warga Kampung Kenanga Antusias Buat Gerbang Pelite

0
114
Pintu gerbang dihiasi lampu pelite yang dibuat oleh warga kampung Kenanga Daik - Lingga (Foto Istimewa)

Bursakota.co.id, Lingga – Dalam rangka menyemarakan malam 27 Ramadhan 1443 H atau yang disebut malam tujuh likur, sebagian warga kampung Kenanga Daik – Lingga penuh antusias dan semangat membuat pintu gerbang pelite Senin (25/04/2022) malam.

Suhardi yang akrab di panggil X.zi Ketua pemuda mengatakan, pembuatan pintu gerbang pelite ini sebetulnya sudah menjadi tradisi setiap tahun, apa lagi malam 27 Ramadhan atau yang di kenal malam tujuh Liko.

“Ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat setempat atau masyarakat yang pulang dari perantauan, sehingga balik kampung dapat melihat lampu pelite dan pintu gerbang pelite ini,”ujarnya.

Suhardi menambahkan, tradisi ini sudah berlangsung sejak zaman ke zaman dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tapi hari ini sangat di sayangkan dan memperhatinkan sekali pembuatan pintu gerbang pelite makin tahun semakan hilang hanye tinggal beberapa RT saja yang masih menjaga tradisi ini dulu di setiap penjuru di kecamatan Lingga membuat pintu gerbang sehingga ada semaraknya.

“Kami mengharapkan sekali mudah-mudahan Pemerintah Daerah melalui dinas terkait seperti dinas kebudayaan dan dinas pariwisata bisa menghidupkan kembali lagi tradisi pembuatan gerbang pelite ini sehingga tidak hilang seiring perkembangan zaman,” ungkap Suhardi.

Padahal kita tahu dari tahun 2019 lalu dinas kebudayaan Kabupaten Lingga mengatakan tradisi malam tujuh likur dan pintu gerbang sudah masuk dalam Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) semoga dengan kegiatan ini dinas menyiapkan anggaran setiap tahunnya supaya pintu gerbang dapat di perlombakan jadi ada semangat masyarakat utuk membuat pintu gerbang pelita ini.

Warga saling membantu membuat lampu pelite

“Pembuatan gerbang ini tentunya banyak memakan biaya dan saya berharap tidak bedil saja yang diperlombakan tapi pintu gerbang juga di perlombakan, harapnya.

Di sisi lain Tokoh masyakarat kenanga yang juga menjabat sebagai ketua RT yang akrab di sapa Said Mol, menyambut positif dan mendukung sekali yang di lakukan sebagian warga kampung Kenanga untuk membuat gerbang pelite tak di sangka Warga masih ada yang semangat dan masih mau manjaga tradisi pembuatan pintu gerbang ini.

“Saya berharap tradisi ini terus tatap terjaga sampai ke anak cucu kita nantinya dan adanya pintu gerbang ini silaturahmi semakin erat, karena saling bergotong – royong satu sama lainnya. Kita berharap pemerintah daerah bisa mensuport kegiatan yang telah di buat para pemuda Daik-Lingga ini,”harapnya.

Massadar atau yang akrab di panggil Jekstela selaku ketua pembuatan pintu gerbang Kampung Kenanga menanggapi masalah pintu gerbang ini sudah menjadi iven tahunan setiap tahunnya di negeri bunda tanah melayu ini khususnya kita orang Melayu di kabupaten Lingga memang sudah setiap tahun membuat pintu gerbang pelite.

Ia juga mengatakan, seharusnya dinas kebudayaan dan dinas pariwisata mempasilitasi hal-hal yang sedemikian rupa dan dikemas sehingga bisa menjadi ajang promosi setiap tahunnya, agar generasi kedepan bisa mencontoh kita saat ini sebagai mana budaya-budaya yang dulu telah hilang.

“Ini di ibaratkan batang terendam dan mari kita angkat kembali khazanah-khazabah orang kita melayu yang berada di bumi tanah Melayu. Kalau perlu dinas kebudayaan dan dinas pariwisata siapkan anggaran setiap tahunya sehingga tradisi pembuatan gerbang pelite ini bisa di perlombakan dan tradisi ini bisa tetap terjaga,”imbuh Jek sapaan akrab. (Iwan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here