Problem Solving Humanis Polsek Gunung Malela, Perselisihan Warga Berhasil Diselesaikan Secara Kekeluargaan

0
10
FOTO : Kegiatan problem solving yang dilaksanakan oleh personel Polsek Gunung Malela, Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara pada Sabtu, 11 April 2026 malam.

Simalungun – Kepolisian Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pendekatan humanis. Hal ini tampak dalam kegiatan problem solving yang dilaksanakan oleh personel Polsek Gunung Malela, Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara pada Sabtu, 11 April 2026 malam.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Sabtu malam sekira pukul 23.10 WIB, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa pendekatan penyelesaian masalah secara kekeluargaan menjadi salah satu prioritas dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam menyelesaikan permasalahan warga dengan cara yang humanis dan mengedepankan musyawarah,” ujar AKP Verry Purba.

Kegiatan problem solving tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai, bertempat di Kantor Polsek Gunung Malela, Nagori Bangun, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun. Dalam kegiatan tersebut, personel yang terlibat yakni Ka SPK AIPTU Jefri Hutapea bersama Bhabinkamtibmas AIPTU S. Pasaribu.

Permasalahan yang ditangani berawal dari insiden pertengkaran antara dua warga, yakni Yohana Br Sitorus dan Septina Br Sinambela. Peristiwa tersebut terjadi pada hari yang sama sekitar pukul 17.00 WIB di Huta V Nagori Bangun. Pertengkaran dipicu oleh ucapan yang dianggap menyinggung perasaan salah satu pihak, sehingga menimbulkan ketegangan hingga akhirnya dilaporkan ke Polsek Gunung Malela.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Gunung Malela bergerak cepat untuk melakukan langkah-langkah penyelesaian. Bhabinkamtibmas AIPTU S. Pasaribu kemudian menghubungi kepala lingkungan setempat, yakni Gamot Huta V Nagori Bangun, Bapak M. Tampubolon, serta pihak Septina Br Sinambela untuk menghadiri proses mediasi.

Dalam proses mediasi yang berlangsung di Kantor Polsek Gunung Malela, kedua belah pihak dipertemukan secara langsung. Dengan pendekatan persuasif dan komunikasi yang baik, petugas memberikan pemahaman terkait pentingnya menjaga hubungan baik antarwarga, terlebih karena kedua pihak masih memiliki hubungan kekeluargaan.

AIPTU S. Pasaribu dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa peran Bhabinkamtibmas tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mediator dalam menyelesaikan konflik sosial di masyarakat. “Kami berupaya agar setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan damai, tanpa harus berlanjut ke proses hukum, selama masih memungkinkan untuk dimediasi,” ucapnya.

Setelah melalui proses dialog yang kondusif, kedua belah pihak akhirnya menyadari bahwa peristiwa tersebut terjadi akibat kesalahpahaman. Dengan kesadaran tersebut, Yohana Br Sitorus dan Septina Br Sinambela sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Keduanya pun saling memaafkan dan berjanji untuk menjaga hubungan baik ke depannya.

Gamot Huta V Nagori Bangun, M. Tampubolon, juga mengapresiasi langkah cepat dan responsif dari pihak kepolisian. Ia menyebut bahwa kehadiran Polri sangat membantu masyarakat dalam menyelesaikan konflik secara damai. “Kami sangat berterima kasih kepada pihak Polsek Gunung Malela yang telah memfasilitasi mediasi ini sehingga permasalahan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan konflik yang lebih besar,” ungkapnya.

Kapolsek Gunung Malela, AKP Hengki B. Siahaan, SH, MH, turut menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengedepankan pendekatan problem solving dalam setiap penanganan permasalahan masyarakat. Ia mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan situasi yang aman dan harmonis di wilayah hukum Polsek Gunung Malela.

“Kami berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi terbaik atas setiap permasalahan yang ada, dengan mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan,” ungkap Kapolsek.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, didukung kondisi cuaca yang cerah. Keberhasilan mediasi ini menjadi contoh nyata sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keharmonisan serta stabilitas keamanan lingkungan.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat, serta mampu mendorong terciptanya budaya penyelesaian masalah secara damai di tengah kehidupan sosial masyarakat.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini