Sejarah Baru, Warga Sumbar di Kepri Dirikan Paguyuban Keluarga Besar Rumah Gadang

0
46
Ket Foto : Keluarga Besar Rumah Gadang (KBRG) Kepri dalam Musyawarah Besar ke-1 di Pacific Palace Hotel, Batam, Minggu (11/05/2025).

Bursakota.co.id, Batam – Semangat untuk Bersatu dan membangun silaturahmi perantau Minang di Provinsi Riau terwujud dengan berdirinya Keluarga Besar Rumah Gadang (KBRG) Kepri dalam Musyawarah Besar ke-1 di Pacific Palace Hotel, Batam, Minggu (11/05/2025).

Mubes yang dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Dt Marajo tersebut berlangsung cair dan penuh keakraban para peserta yang berasal dari delapan organisasi Minang di tujuh kabupaten/kota di Kepri.

Payung panjit tersebut adalah Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB) Batam, Perkumpulan Minang Sakato dan Minang Saiyo (Bintan), PKSB Karimun, Himpunan Keluarga Minang Sakato (Natuna), IKSB Kabupaten Lingga, IKSB Kabupaten Anambas serta IKSB Pulau Kundur.

Pemilihan ketua yang biasanya ramai dan kisruh di setiap pemilihan pimpinan organisasi, pada Mubes pertama yang juga dihadiri Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Harris Pratamura tersebut juga sangat singkat.

Sejatinya ada empat calon yang diusulkan oleh peserta Mubes, yakni AKBP (purn) Muhammad Marion, H Nurman, Syaiful Badri dan Syaiful.

Keempat calon kemudian melakukan rapat kecil dengan delapan organisasi atau payung panji yang menjadi penggagas organisasi besar ini. Dalam rapat yang hanya berlangsung 15 menit, seluruhnya sepakat untuk menunjuk H Nurman sebagai Ketua KBRG pertama untuk lima tahun ke depan.

Hasil kesapakatan tersebut langsung mendapat persetujuan seluruh peserta yang hadir.

Nurman juga langsung menjadi ketua tim formatur yang terdiri dari 13 orang. Mereka terdiri atas delapan payung panji, penggagas, dua sesepuh serta ketua SC. Tim formatur diberi waktu paling lampat tiga bulan untuk menyusun pengurus KBRG ini.

“Ini sejarah,” kata sesepuh Minang Iskandar Yakob seusai acara, “Gagasan ini sudah ada sejak 20 tahun lalu namun tak pernah terwujud karena memang tidak mudah. Sekarang, sengan suasana yang penuh kekeluargaan, keinginan itu bisa kita wujudkan. Semoga Rumah Gandang ini betul-betul bisa menjadi rumah bagi para perantau Minang di Kepri,” ungkap mantan ketua IKSB Batam tersebut.

Iskandar tidak menampik bahwa berdirinya paguyuban ini belum sepenuhnya diterima. Hal itu hal yang biasa dalam iklim demokrasi, apalagi masyarakat Minang yang terkenal kritis.

Menurut Iskandar, sebuah niat yang baik, harus didukung. Apalagi paguyuban ini tujuannya untuk menjalin silaturahmi para perantau yang ada di Kepri.

“Kita beri kesempatan kepada pengurus Rumah Gadang ini bekerja. Yang mau kritik silakan karena kritik juga sangat perlu. Tetapi, jangan sampai memadamkan semangat kita untuk Bersatu dan menjalin silaturahmi. Ini kan organisasi sosial,” katanya.

Hal senada juga dikatakan oleh Syaiful Badri, Ketua Steering Committee yang juga memimpin sidang pertama Mubes tersebut. Laiknya sebuah rumah yang terbuka, semua orang boleh masuk atau keluar dengan bebas.

“Tidak ada paksaan. Kita bebas berorganisasi. Selagi tujuannya untuk kebaikan bersama, apapun organisasinya harus kita dukung,” katanya.

Nurman sendiri mengatakan bahwa Keluarga Besar Rumah Gadang ini bukanlah induk dari organisasi-organisasi Minang yang ada di Kepri. KBRB ini sifatnya untuk koordinasi dan menjembatani perantau Minang yang tersebar di Kepri.

“Kita ini banyak, kuat, tetapi terpecah-pecah karena kita terbar di pulau-pulau. Silaturahmi inilah yang mau kita bangun,” kata pengusaha asal Tanjungpinang ini.

Etalase Minang Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, salah satu program utamanya adalah untuk merekatkan hubungan ranah dengan rantau. Karena itu, dirinya selalu berkeliling menemui perantau di berbagai provinsi untuk merekatkan perantau dengan daerah asal.

“Silakan cari uang banyak-banyak di Kepri, bangun Kepri, dan tidak perlu semuanya dibawa pulang ke kampung,” katanya.

Mahyeldi juga mengatakan, perantau juga harus bisa menjadi etalase Minang. Merewka harus bisa menggambarkan bagaimana Minang kepada orang-orang di tempat dia merantau.

Pria yang karab disapa Buy aini juga mengingatkan kapada perantau untuk menceritakan bagaimana prestasi dan kehebatan tokoh-tokoh Minang dahulu kepada anak-anaknya.

“Kita punya banyak tokoh-tokoh hebat yang mengubah sejarah bangsa ini. Ceritakan itu sehingga mereka bangga sebagai orang Minang,” kata Mahyeldi.***

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini