Silaturahmi di Masjid Agung, Aneng–Raja Bayu Tegaskan Komitmen Bangun Anambas Bersama ASN

0
62
FOTO : Bupati Aneng dan Wakil Bupati Raja Bayu menggelar silaturahmi bersama ratusan aparatur sipil negara (ASN) di Masjid Agung Baitul Makmur, Kecamatan Siantan, Jumat (27/2/2026).

Bursakota.co.id, Anambas – Setahun memimpin Kabupaten Kepulauan Anambas, Bupati Aneng dan Wakil Bupati Raja Bayu menggelar silaturahmi bersama ratusan aparatur sipil negara (ASN) di Masjid Agung Baitul Makmur, Kecamatan Siantan, Jumat (27/2/2026).

Momentum tersebut menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen birokrasi di tengah keterbatasan fiskal dan tantangan geografis daerah kepulauan.

Kegiatan silaturahmi yang berlangsung sederhana dan khidmat itu dihadiri ASN dari berbagai tingkatan, mulai dari staf hingga pejabat eselon II.

Dalam pidatonya, Bupati Aneng menyampaikan apresiasi atas dukungan dan dedikasi ASN selama satu tahun masa kepemimpinannya.

Ia menilai kinerja dan loyalitas aparatur cukup baik dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Tanpa dedikasi dan dukungan para ASN, saya tidak yakin Anambas ke depan bisa menjadi lebih baik. Mari kita melangkah bersama untuk memajukan Anambas,” ujar Aneng.

Menurutnya, tahun pertama kepemimpinan merupakan fondasi awal dalam membangun arah perubahan.

Sejumlah langkah strategis telah dilakukan, di antaranya penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kedisiplinan dan kinerja ASN, percepatan pelayanan publik, serta penetapan program prioritas daerah.

Ia mengakui berbagai tantangan masih dihadapi pemerintah daerah, seperti keterbatasan anggaran, kondisi geografis kepulauan, serta dinamika regulasi.

Meski demikian, Aneng optimistis seluruh tantangan dapat diatasi melalui kerja keras dan komitmen bersama.

“ASN adalah motor penggerak pembangunan. Saya mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan integritas, loyalitas, dan profesionalisme, serta bekerja dengan hati dan rasa memiliki terhadap daerah kita,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Raja Bayu meengungkapkan, kondisi kemampuan fiskal daerah yang masih terbatas.

Ia menyebutkan, bahwa pendapatan asli daerah (PAD) relatif kecil dibandingkan dengan total kebutuhan pembangunan.

“Saat ini kemampuan fiskal kita masih sangat terbatas. PAD kita masih relatif kecil dibandingkan dengan kebutuhan daerah,” kata Raja Bayu.

Ia menambahkan, ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat masih tinggi, sementara kebutuhan pembangunan di sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan dasar terus meningkat.

Namun demikian, ia menegaskan kondisi tersebut bukanlah beban, melainkan realitas yang harus dipahami bersama.
“Ini bukan beban, tetapi realitas yang harus kita kelola dengan bijak. Dalam kondisi seperti ini, yang paling kita butuhkan adalah kebersamaan dan solidaritas birokrasi,” ujarnya.(BK/MR).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini