Bursakota.co.id, Anambas – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar peringatan malam Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Baitul Ma’mur, Tarempa, Kecamatan Siantan, Minggu (8/3/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta Aparatur Sipil Negara (ASN).
Namun dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap sejumlah ASN yang dinilai kurang menunjukkan etika selama acara berlangsung.
Kekecewaan tersebut disampaikan langsung saat dirinya memberikan sambutan di hadapan para tamu undangan di dalam masjid.
Bayu menyoroti masih banyak ASN yang berada di luar masjid ketika kegiatan berlangsung. Mereka terlihat duduk santai di pelataran masjid sambil merokok dan minum kopi, sehingga dinilai kurang menghargai kegiatan keagamaan yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah daerah.
“Hari ini kita memperingati malam Nuzulul Qur’an, tetapi suasana malam ini terasa agak melempem. Contohnya bapak ibu yang berada di luar masjid itu, santai saja mereka merokok dan ngopi. Cuek sama kita. Kayaknya ini sudah jadi kebiasaan,” ujarnya.
Ia menilai sikap tersebut juga tidak menghargai para tamu penting yang telah hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Anambas Ardhan, Wakapolres Anambas Kompol Shallahuddin, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kalau ini sudah jadi kebiasaan, berarti kita memang tidak dihargai sama sekali oleh mereka. Mungkin mereka datang ke masjid ini hanya untuk absen saja,” tegasnya.
Meski demikian, Wabup tetap mengajak seluruh masyarakat serta jajaran pemerintah daerah untuk memaknai peringatan malam Nuzulul Qur’an secara lebih mendalam.
Menurutnya, peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar mengenang sejarah turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
“Peringatan ini harus menjadi pengingat bagi kita semua agar kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, sebagai sumber nilai, dan sebagai cahaya dalam membangun pribadi, masyarakat, serta daerah yang kita cintai ini,” katanya.
Ia menjelaskan, Al-Qur’an mengajarkan berbagai nilai kehidupan penting seperti persaudaraan, keadilan, amanah, kerja keras, serta tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, perlu dijadikan pondasi dalam membangun Kabupaten Kepulauan Anambas.
“Nilai-nilai ini harus menjadi dasar dalam membangun Anambas agar menjadi daerah yang berdaya saing, inovatif, agamis, dan unggul di bidang maritim menuju masyarakat yang maju dan sejahtera,” ujar Raja Bayu.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat ukhuwah atau persaudaraan dalam berbagai aspek kehidupan, baik antarumat, antarlembaga, antarperangkat daerah, maupun antara pemerintah dan masyarakat.
“Dengan kebersamaan dan sinergi itulah kita bisa membangun Anambas menjadi lebih baik dan lebih maju ke depannya,” tutupnya.(BK/MR).













