Natuna – Semangat penyelamatan jiwa yang menjadi roh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kini diwujudkan dalam bentuk yang lebih luas.
Tidak hanya melalui aksi tanggap darurat di laut, udara, dan darat, namun juga lewat kegiatan kemanusiaan berupa donor darah yang digelar oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Natuna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Basarnas pada 28 Februari 2026 mendatang.
Mengusung tema “Berikan Darah, Berikan Harapan Bersama-sama Kita Menyelamatkan Nyawa,” kegiatan ini menjadi simbol bahwa misi kemanusiaan Basarnas tidak terbatas pada medan operasi, tetapi juga menjangkau ranah sosial yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.
Kegiatan donor darah tersebut dilaksanakan di Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna dengan target 54 kantong darah, selaras dengan usia Basarnas tahun ini.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Natuna, Abdul Rahman, S.E., mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini bukan sekadar agenda rutin memperingati hari jadi, tetapi juga bentuk nyata pengamalan nilai kemanusiaan yang menjadi dasar tugas setiap insan Basarnas.
“Basarnas dikenal sebagai lembaga yang selalu hadir di garis depan ketika nyawa manusia terancam. Tapi kami ingin menunjukkan bahwa semangat menyelamatkan itu tidak berhenti di situ. Melalui donor darah, kami juga berupaya menyelamatkan nyawa lewat cara yang sederhana namun bermakna,” ujar Abdul Rahman pada Senin (02/02/2026).
Menurutnya, setiap tetes darah yang disumbangkan merupakan simbol solidaritas dan kepedulian sosial antar sesama. Ia menyebut, semangat tersebut sejalan dengan motto “Avignam Jagat Samagram” yang berarti “Selamatlah Alam Semesta Beserta Isinya.”
“Menyelamatkan jiwa manusia tidak harus menunggu bencana datang. Donor darah adalah bentuk penyelamatan yang sunyi, tanpa sirene, tapi dampaknya nyata bagi mereka yang membutuhkan. Inilah wujud lain dari pengabdian kami,” lanjutnya.
Abdul Rahman menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara Basarnas dengan berbagai instansi di daerah, seperti TNI, Polri, pemerintah daerah, PMI, Insan Pers dan masyarakat umum yang selama ini turut mendukung setiap operasi pencarian dan pertolongan di Natuna.
“Kami membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin berpartisipasi. Kami yakin, semangat kemanusiaan tidak mengenal seragam, instansi, atau jabatan. Semua bisa menjadi penolong dengan cara masing-masing,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan donor darah ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas, bahwa menyelamatkan nyawa bisa dilakukan di mana saja, oleh siapa saja, dan dalam bentuk apa pun.
“Basarnas lahir dari semangat gotong royong bangsa Indonesia. Maka setiap aksi kecil yang menyelamatkan hidup orang lain adalah bagian dari semangat itu. Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat Natuna,” pungkas Abdul Rahman. (Bk/Dika)













