Toko Emas di Natuna Dibobol, Pelaku Sudah Diamankan, Korban Berharap Pengungkapan Tuntas Kasus 

0
86
Rekaman CCTV di toko emas milik Ahmad Sapuari yang digondol pencuri

Natuna – Toko emas milik Ahmad Sapuari di Kabupaten Natuna mengalami aksi pencurian pada subuh, 2 Maret 2026 lalu. Pelaku diduga menjalankan aksinya dalam waktu singkat, hanya sekitar belasan menit, namun berhasil membawa kabur sebagian besar isi toko.

Ahmad Sapuari menyampaikan, sebelum kejadian dirinya tidak merasakan adanya tanda-tanda mencurigakan. Namun setelah peristiwa tersebut, pihak keluarga mulai memiliki kecurigaan terhadap salah satu pelaku yang kini telah diamankan oleh Polres Natuna.

“Tidak ada firasat sebelumnya, tapi setelah kejadian, istri saya merasa ada hal yang janggal. Dugaan sementara ada unsur kekecewaan pribadi dari pelaku,” ungkapnya, Kamis (26/03/2026).

Dari kronologi yang disampaikan, pelaku masuk dengan cara memanjat besi banner di samping pos polisi dekat lampu merah, kemudian berpindah ke atap teras rumah makan, naik ke bagian atas bangunan, dan mencongkel pintu untuk masuk ke dalam toko. Setelah itu, pelaku turun ke area etalase dan membongkar lemari tempat penyimpanan perhiasan.

Dalam aksi tersebut, pelaku membawa kabur sekitar 40 persen isi toko. Barang yang hilang meliputi cincin, gelang, kalung, anting, emas batangan, hingga mata uang asing.

Kerugian awal ditaksir sekitar Rp3 miliar saat melaporkan kejadian ke Polres Natuna di hari yang sama saat kejadian.

Namun setelah dilakukan penghitungan ulang, total kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp4 miliar, dengan asumsi harga emas saat kejadian sekitar Rp2,7 juta per gram.

Pasca kejadian, toko emas tersebut terpaksa tutup total. Selain karena stok barang yang sudah tidak lengkap, Ahmad Sapuari mengaku masih mengalami trauma.

“Untuk saat ini belum bisa beroperasi. Selain barang tidak lengkap, kondisi psikologis juga belum pulih. Kami khawatir pembeli juga enggan datang,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kejadian ini berdampak pada kewajiban keuangan lainnya, termasuk perhitungan zakat mal yang selama ini rutin ia tunaikan setiap tahun.

Terkait penanganan kasus, Ahmad Sapuari mengapresiasi kinerja Polres Natuna yang berhasil mengamankan pelaku dalam waktu sekitar 30 jam setelah kejadian.

Meski demikian, ia berharap proses penyelidikan dapat terus berjalan optimal, terutama dalam mengungkap keberadaan barang bukti yang hingga kini belum sepenuhnya diketahui.

“Saya percaya aparat bekerja profesional. Harapannya kasus ini bisa dituntaskan secara transparan dan seluruh barang yang hilang bisa ditemukan,” harapnya.

Ia juga berharap adanya perhatian dan dukungan dari jajaran kepolisian yang lebih luas agar penanganan perkara ini dapat segera mencapai titik terang, mengingat besarnya kerugian yang dialami.

“Saya sangat berharap dan meminta kepada pihak penyidik di Reskrim Polres Natuna khususnya, serta seluruh jajaran Polres Natuna hingga Polda Kepri agar dapat ikut turun tangan memantau dan menyelesaikan kasus ini secepat mungkin secara tuntas, serta seluruh barang bukti yang dicuri dapat berhasil ditemukan,” tutupnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Natuna, Iptu Richie Putra, S.H., M.H menyampaikan bahwa pihaknya saat ini masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

“Tim penyidik sedang melakukan pendalaman dan pengembangan, termasuk menelusuri keberadaan barang bukti yang belum ditemukan,” ujarnya.

Ia menegaskan, proses penyidikan akan dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Kami berkomitmen untuk mengungkap kasus ini secara tuntas dan akan terus mengembangkan penyelidikan guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa dapat terungkap dengan jelas,” tambahnya.(Bk/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini