Wagub Kepri Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tercapai 100 Persen di 2026, Logistik Jadi Kunci

0
20
FOTO : Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura

Tanjungpinang – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, kembali menegaskan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Kepulauan Riau ditargetkan mencapai 100 persen pada tahun 2026.

Ia menekankan pentingnya kesiapan logistik agar tidak menjadi penghambat keberhasilan program prioritas nasional tersebut.

Penegasan itu disampaikan Wagub Nyanyang saat memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan MBG Provinsi Kepulauan Riau yang digelar di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (5/2/2026).

Nyanyang mengungkapkan, hingga saat ini capaian pelaksanaan MBG di Kepri telah mencapai 79 persen. Pemerintah Provinsi optimistis target 100 persen dapat terealisasi pada 2026, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Rapat Koordinasi Nasional bersama seluruh kepala daerah.

“Program Makan Bergizi Gratis adalah program prioritas nasional. Keberhasilannya sangat penting untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat,” tegas Nyanyang.

Untuk mencapai target tersebut, ia menekankan perlunya koordinasi yang kuat antara Satuan Tugas (Satgas) MBG di tingkat provinsi dengan Satgas MBG di kabupaten dan kota se-Kepulauan Riau.

“Koordinasi harus solid, jangan sampai ada wilayah yang tertinggal,” ujarnya.

Selain itu, Nyanyang mengingatkan agar pelaksanaan program tidak terkendala oleh ketersediaan bahan pokok. Pemerintah daerah diminta memastikan pasokan pangan seperti telur, beras, sayuran, daging sapi, dan daging ayam tetap mencukupi serta stabil.

Tantangan Wilayah Terluar

Dalam rapat tersebut, Wagub Nyanyang juga menyoroti tantangan khusus di wilayah kepulauan terluar, seperti Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Natuna. Faktor transportasi laut menjadi kendala utama yang membutuhkan kesiapan logistik lebih matang.

“Kita harus benar-benar siap, terutama untuk daerah Anambas dan Natuna. Jangan sampai distribusi bahan pokok terhambat,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah meminta Perum Bulog untuk membangun gudang logistik di dua kabupaten tersebut.

“Pembangunan gudang ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan bahan pokok serta menjaga stabilitas pasokan, khususnya di wilayah perbatasan,” ungkap Nyanyang.

Menutup rapat evaluasi, Wagub Kepri menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang diskusi bersama untuk memastikan seluruh kebutuhan bahan pokok bagi Program MBG di Kepri dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

“Jangan sampai capaian sudah 100 persen, tetapi masih muncul kendala di lapangan. Ini yang harus kita antisipasi bersama,” tutupnya.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini