Lingga – Harapan masyarakat Desa Tanjung Lipat, Kecamatan Bakung Serumpun, untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak masih jauh dari kenyataan.
Selama delapan bulan terakhir, bangunan Pondok Bersalin Desa (Polindes) di wilayah tersebut tidak berfungsi akibat ketiadaan tenaga kesehatan (nakes).
Bangunan yang seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak itu kini terbengkalai. Dalam beberapa bulan terakhir, kondisinya bahkan semakin memprihatinkan karena tidak ada satu pun petugas yang berjaga.
“Kami punya Polindes di desa, tapi tidak berfungsi. Sudah beberapa bulan ini kosong,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (22/4/2026).
Menurut warga, berbagai upaya telah dilakukan untuk meminta penempatan tenaga kesehatan kepada pemerintah daerah. Namun hingga kini, permintaan tersebut belum juga membuahkan hasil.
“Sudah berulang kali kami minta nakes, tapi belum ada jawaban pasti. Makanya sampai sekarang bangunan itu tidak dimanfaatkan,” keluhnya.
Kondisi ini memaksa masyarakat mencari alternatif pelayanan kesehatan ke wilayah lain. Untuk mendapatkan pengobatan, warga harus menempuh perjalanan ke Pustu Desa Mamut bahkan hingga ke Puskesmas Rejai, yang tentu membutuhkan waktu dan biaya tambahan.
Situasi tersebut menjadi kekhawatiran tersendiri, terutama bagi ibu hamil yang sewaktu-waktu membutuhkan penanganan medis.
“Kami sangat berharap ada bidan atau perawat ditempatkan di sini. Kalau ada ibu yang mau melahirkan bagaimana? Ini bisa berakibat fatal,” ungkap warga lainnya.
Ironisnya, di tengah gencarnya program peningkatan layanan kesehatan oleh pemerintah, fasilitas dasar seperti Polindes di desa ini justru tidak difungsikan secara optimal. Warga pun menggambarkan kondisi bangunan tersebut kini “seperti rumah kosong” yang tidak memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
Masyarakat Desa Tanjung Lipat berharap pemerintah daerah, khususnya instansi terkait, segera mengambil langkah konkret dengan menugaskan tenaga kesehatan agar Polindes dapat kembali beroperasi dan memberikan pelayanan yang layak.
Bagi mereka, kehadiran tenaga kesehatan bukan sekadar kebutuhan, melainkan menyangkut keselamatan dan nyawa warga.(Bk/Iwan)













