Bupati Anambas Promosikan Batik Mangrove di Rakernas APKASI, Ketua KOMPAK Sampaikan Terima Kasih

0
30
FOTO : Ketua Komunitas Mangrove Penyu Alam dan Karang (KOMPAK), Syahrul Hidayat

Bursakota.co.id, Anambas – Ketua Komunitas Mangrove Penyu Alam dan Karang (KOMPAK), Syahrul Hidayat, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, atas dukungannya terhadap produk lokal berbasis konservasi lingkungan dengan mengenakan batik mangrove khas Anambas pada Penutupan Rakernas APKASI XVII Tahun 2026 di Batam, yang dinilai menjadi langkah strategis dalam mempromosikan identitas daerah ke tingkat nasional, Rabu (21/01/2026).

Pada kegiatan tersebut, Bupati Aneng tampak mengenakan batik berbahan pewarna alami dari mangrove, produk lokal khas Anambas yang diproduksi oleh Kelompok Batik Mangrove Genting Pulur. Batik tersebut bermotif ikan napoleon dan pohon mangrove yang merepresentasikan identitas maritim serta kekayaan ekosistem pesisir Kabupaten Kepulauan Anambas.

Ketua Komunitas Mangrove Penyu Alam dan Karang (KOMPAK), Syahrul Hidayat, yang selama ini mendampingi Kelompok Batik Mangrove Genting Pulur sekaligus menjadi mitra binaan Harbour Energy, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan Bupati Kepulauan Anambas terhadap produk lokal berbasis konservasi lingkungan.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, yang telah mengenakan batik mangrove khas Anambas di forum nasional. Ini bukan hanya soal busana, tetapi bentuk nyata dukungan terhadap produk lokal dan upaya pelestarian lingkungan pesisir,” ujar Syahrul Hidayat.

foto : arsip prokompim Kepualaun Anambas.
Bupati Aneng tampak mengenakan batik berbahan pewarna alami dari mangrove, produk lokal khas Anambas yang diproduksi oleh Kelompok Batik Mangrove Genting Pulur. Pada Penutupan Rakernas APKASI XVII Tahun 2026 dan Peresmian Gedung Pusat Pelayanan Informasi dan Dokumentasi (PPID) APKASI di Batam, Selasa (20/01/2026)

Menurut Syahrul, batik mangrove yang dikenakan Bupati Aneng memiliki makna filosofis yang kuat karena memadukan unsur kekayaan laut dan hutan mangrove yang menjadi penyangga utama kehidupan masyarakat pesisir Anambas.

“Motif ikan napoleon dan mangrove melambangkan identitas Anambas sebagai daerah kepulauan yang kaya sumber daya laut serta memiliki komitmen terhadap pelestarian alam. Kami berharap langkah ini dapat membuka peluang lebih luas bagi pemasaran batik mangrove Anambas di tingkat nasional,” katanya.

Syahrul juga menambahkan bahwa dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan Harbour Energy sebagai mitra binaan, sangat berperan dalam keberlanjutan Kelompok Batik Mangrove Genting Pulur.

“Dengan adanya dukungan berkelanjutan, kami optimistis batik mangrove Anambas dapat menjadi produk unggulan daerah yang bernilai ekonomi sekaligus membawa pesan konservasi lingkungan,” tuturnya.

“Pemanfaatan forum Rakernas APKASI tersebut dinilai menjadi strategi efektif dalam memperkenalkan kekayaan lokal Anambas kepada para kepala daerah se-Indonesia, sekaligus memperkuat citra daerah sebagai wilayah kepulauan yang menjunjung tinggi kearifan lokal dan pelestarian lingkungan,” tambah Ketua KOMPAK Syahrul Hidayat.(BK/Jun).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini