
Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak se-Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026, Senin (9/2/2026) pagi.
Program ini digelar sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus menstabilkan harga kebutuhan pokok.
Peluncuran GPM dipusatkan di Lapangan Terminal Sei Carang, Kota Tanjungpinang, dan ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama peningkatan produksi serta stabilisasi pasokan dan harga pangan di Kepulauan Riau oleh para pemangku kepentingan, disaksikan langsung oleh Gubernur Ansar Ahmad.
Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan pangan dan menjaga stabilitas harga bagi masyarakat.
Turut hadir dalam peluncuran ini Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional Nita Yulianis, Ketua TP-PKK Provinsi Kepri Dewi Kumalasari, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri Ronny Widijarto, Wali Kota Tanjungpinang yang diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Forkopimda Kepri, Kepala Cabang Bulog Batam Guido XL Pereira, serta para kepala OPD di lingkungan Pemprov Kepri.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau. Di antaranya beras SPHP Bulog seharga Rp58.000 per 5 kilogram, beras premium Rp70.000 per 5 kilogram, Minyak Kita Rp14.000 per liter, telur ayam Rp50.000 per papan, serta berbagai komoditas pangan lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar menegaskan bahwa GPM merupakan bagian dari gerakan nasional dalam menjamin pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Gerakan Pangan Murah ini menjadi gerakan nasional karena merupakan salah satu bentuk kehadiran negara untuk menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat di seluruh Indonesia,” ujar Ansar.
Ditargetkan 69 Kali di Tahun 2026
Gubernur Ansar juga menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah melaksanakan GPM sebanyak 79 kali di seluruh kabupaten dan kota. Sementara pada tahun 2026, pelaksanaan GPM ditargetkan sebanyak 69 kali.
Ia berharap organisasi kemasyarakatan dan organisasi profesi dapat turut berpartisipasi menyelenggarakan kegiatan serupa, terutama menjelang hari besar keagamaan guna menjaga stabilitas harga di pasaran.
Salah seorang warga Tanjungpinang, Siti Rahma (42), mengaku sangat terbantu dengan adanya GPM.
“Harganya jauh lebih murah, terutama beras dan minyak. Sangat membantu kami sebagai ibu rumah tangga. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan,” ujarnya sambil membawa belanjaan.
Editor : Papi












