Sampah Berserakan di Kawasan Pasar Modern, Wabup Natuna Turun Tangan dan Siagakan Satpol PP

0
35
Wakil bupati Natuna, Jarmin Sidik bersama Camat bunguran timur dan lurah ranai kota memantau lokasi eks pembuangan sampah di lapangan bola ranai

Natuna – Persoalan sampah kembali menjadi sorotan di kawasan pembangunan pasar modern hibah JICA, tepatnya di eks Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Lama Ranai. Tumpukan sampah yang berserakan di badan jalan tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga menimbulkan keresahan masyarakat sekitar.

Mendapatkan laporan pembuangan sampah sembarangan tersebut, Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, turun langsung ke lokasi dalam inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu (22/4/2026), didampingi Camat Bunguran Timur serta Lurah Ranai Kota. Peninjauan dilakukan di Jalan Datuk Kaya Wan Moh Rasyid, kawasan strategis yang berada di belakang tribun Lapangan Sepak Bola Sri Srindit.

Dalam sidak tersebut, Jarmin menegaskan bahwa persoalan sampah tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, apalagi lokasi tersebut tengah dipersiapkan menjadi ikon baru daerah melalui pembangunan pasar ikan modern bantuan Pemerintah Jepang.

“Kontainer sampah sudah dipindahkan ke kawasan Tegul Laksamana sejak 16 April. Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan dan bersama menjaga kebersihan kota,” ujarnya.

Sebagai langkah cepat dan terukur, Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Wakil Bupati langsung menyiagakan empat personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk berjaga di lokasi tersebut. Pengawasan dilakukan secara intensif, baik siang maupun malam, guna mencegah warga kembali membuang sampah sembarangan.

Potret sampah yang berserakan sebelum dilakukan penjagaan oleh anggota satpol pp Natuna

Tidak hanya itu, pendekatan persuasif juga dikedepankan. Petugas di lapangan diberi tugas untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Selain pengawasan, Pemkab Natuna juga akan menggelar kegiatan gotong royong bersama pihak kelurahan dan kecamatan guna membersihkan sisa-sisa sampah yang masih menumpuk.

Jarmin menekankan bahwa keberhasilan penataan kota tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga kesadaran masyarakat.

“Kalau kita jaga kebersihan bersama, tentu kenyamanan juga kita rasakan bersama. Ini bagian dari mendukung pembangunan daerah,” tegasnya.

Langkah tegas ini diharapkan mampu mengubah perilaku masyarakat serta mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai bagian dari wajah baru Kota Ranai yang bersih, tertib, dan representatif. (Bk/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini