Diusulkan 15.537 KL, Diterima 7.870 KL: Kuota Solar Natuna Jauh dari Kebutuhan

0
33
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Natuna, Agino Riko
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Natuna, Agino Riko

Natuna – Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Natuna, Agino Riko, memastikan penyaluran BBM jenis solar di wilayah Kabupaten Natuna hingga saat ini berjalan normal dan sesuai ketentuan.

Ia menyampaikan, hingga kini belum terdapat laporan terkait pelanggaran dalam distribusi BBM bersubsidi di lapangan.

“Secara umum penyaluran solar di Natuna berjalan dengan baik. Sampai saat ini belum ada laporan penyimpangan yang kami terima,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (27/04/2026).

Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa pengawasan akan terus diperketat, terutama menyusul kenaikan harga BBM non-subsidi yang berpotensi memicu penyalahgunaan BBM bersubsidi.

“Kami akan meningkatkan monitoring agar distribusi tetap tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan,” jelasnya.

Di sisi lain, Agino mengungkapkan bahwa keterbatasan kuota BBM solar masih menjadi tantangan utama. Untuk tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Natuna mengusulkan kuota sebesar 15.537 kiloliter, namun realisasi dari pemerintah pusat hanya sekitar 7.870 kiloliter.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa kuota yang diterima masih belum memenuhi kebutuhan daerah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, mekanisme penentuan kuota BBM sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui evaluasi berbasis aplikasi XStar milik BPH Migas. Sistem tersebut memungkinkan distribusi BBM di daerah tetap terpantau secara nasional.

Terkait berbagai keluhan masyarakat atas keterbatasan solar, pihaknya menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Pertamina, guna mencari langkah penanganan yang tepat.

“Dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dan membahas langkah-langkah yang bisa diambil agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tutupnya. (Bk/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini