Natuna – PT PLN ULP Natuna menjelaskan bahwa pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir disebabkan oleh masih berlangsungnya proses perbaikan pada empat unit mesin pembangkit yang mengalami gangguan.
Manajer PLN ULP Natuna, Rafky Chandra, mengatakan kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya kapasitas pasokan listrik, terutama saat terjadi lonjakan konsumsi listrik pada jam-jam beban puncak.
“Saat ini ada empat mesin yang masih dalam proses perbaikan, terdiri dari satu unit di Ranai, satu unit di Pian Tengah, dan dua unit di Binjai. Kondisi ini memengaruhi kemampuan sistem dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, sehingga pada saat beban puncak kami terpaksa melakukan pemadaman bergilir untuk menjaga kestabilan sistem,” ujar Rafky di kantornya, Jumat (12/6/2026).
Menurut Rafky, apabila seluruh mesin pembangkit beroperasi normal, sistem kelistrikan di Natuna sebenarnya berada dalam kondisi aman dan bahkan memiliki cadangan daya yang cukup besar.
“Jika seluruh mesin berfungsi optimal, PLN Ranai memiliki surplus daya sekitar 4 megawatt (MW). Dengan kondisi tersebut, kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi dengan baik dan sistem masih memiliki cadangan daya yang memadai,” jelasnya.
Namun, akibat berkurangnya kapasitas pembangkit yang saat ini beroperasi, PLN terpaksa menerapkan manajemen beban melalui pemadaman bergilir guna menghindari gangguan yang lebih luas pada sistem kelistrikan.
PLN Ranai memastikan proses perbaikan terhadap empat unit mesin pembangkit tersebut terus dilakukan secara intensif agar pasokan listrik dapat kembali normal secepat mungkin.
Pihak PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang tengah dihadapi selama proses perbaikan berlangsung.
“Kami terus berupaya mempercepat perbaikan agar seluruh mesin dapat kembali beroperasi normal. Setelah itu, sistem kelistrikan di Ranai dan wilayah sekitarnya diharapkan kembali stabil tanpa perlu dilakukan pemadaman bergilir,” tutup Rafky.
Editor: Papi













