Musim Kemarau, Pasokan Air PDAM Tirta Nusa Natuna Menurun, Masyarakat Diminta Maklum

0
21
Foto kolase kondisi debit air yang keruh dan kering

Natuna – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Natuna dalam beberapa bulan terakhir berdampak langsung pada penurunan debit air di sejumlah sumber yang berada dalam wilayah kerja PDAM Tirta Nusa. Kondisi ini menyebabkan distribusi air bersih kepada pelanggan tidak dapat berjalan optimal seperti biasanya.

Direktur PDAM Tirta Nusa Kabupaten Natuna, Zaharuddin, menjelaskan bahwa penurunan pasokan air murni disebabkan oleh faktor alam, bukan karena kesalahan teknis maupun manajemen.

“Ini murni karena musim kemarau. Debit air di beberapa sumber mengalami penurunan signifikan,” ujarnya melalui sambungan seluler, Sabtu (2/5/2026).

Ia menyampaikan bahwa pihak manajemen terus berupaya melakukan berbagai langkah perbaikan dan optimalisasi di setiap sumber air yang ada, agar distribusi tetap bisa berjalan meski dalam kondisi terbatas.

Saat ini, kondisi sumber air di Bukit Berangin berada di kisaran 50 persen. Sementara itu, sumber air di kawasan Gunung Ranai bahkan telah mencapai kondisi kritis, dengan debit yang tersisa sekitar 30 persen.

Meski demikian, PDAM masih berupaya menjaga distribusi air kepada pelanggan dengan cara memperpanjang durasi sistem pergiliran aliran air.

“Kami tetap berusaha agar air masih bisa mengalir ke pelanggan, meskipun harus dilakukan secara bergiliran dengan durasi yang diperpanjang,” jelasnya.

Seiring kondisi tersebut, masyarakat pelanggan diimbau untuk lebih bijak dalam penggunaan air serta menyiapkan wadah penampungan sebagai langkah antisipasi.

PDAM juga memahami bahwa di beberapa titik, khususnya di ujung jaringan distribusi, masih ada pelanggan yang belum mendapatkan aliran air secara maksimal. Hal ini diperparah dengan penggunaan mesin pompa air oleh sebagian pelanggan, yang berdampak pada berkurangnya tekanan distribusi.

Selain itu, terkait penyaluran air bersih menggunakan mobil tangki, Zaharuddin mengakui bahwa saat ini pihaknya belum dapat melayani secara maksimal seperti sebelumnya.

Hal ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran, terutama akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang belum terakomodasi dalam perencanaan anggaran resmi.

Untuk sementara, penyaluran air gratis difokuskan pada fasilitas umum dan kondisi darurat atau kemalangan. Sementara untuk kebutuhan rumah tangga, PDAM mendorong adanya partisipasi masyarakat melalui koordinasi dengan pihak RT agar distribusi dapat dilakukan secara kolektif per wilayah.

“Kalau melalui RT, distribusi air akan lebih mudah dan merata, tidak harus per rumah, tetapi bisa per komplek,” ungkapnya.

Dalam kondisi tertentu, seperti masyarakat yang menggelar hajatan, PDAM juga membuka ruang kerja sama. Misalnya, masyarakat dapat membantu menyediakan biaya bahan bakar untuk pengantaran atau sementara PDAM menyiapkan air bersih yang punya hajatan menjemput air dilokasi yang disediakan.

PDAM Tirta Nusa juga tetap menunjukkan kepedulian terhadap wilayah yang berada di luar jangkauan layanan, seperti Pian Padang dan Kelanga, yang saat ini mengalami kekeringan cukup parah.

“Walaupun di luar wilayah pelayanan, kami tetap berupaya membantu karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Zaharuddin.

Di akhir penyampaiannya, PDAM berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang terjadi saat ini, serta bersama-sama menjaga penggunaan air agar tetap efisien hingga kondisi kembali normal. (Bk/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini