Hardiknas Bunguran Barat, 14 Guru Terima Satyalancana, Guru dan Siswa Didorong Terus Berkembang

0
23
Foto bersama

Natuna – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Kecamatan Bunguran Barat berlangsung khidmat melalui upacara yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah Kecamatan Bunguran Barat (KKKS), Sabtu (2/5/2026).

Upacara tersebut dipimpin oleh pembina upacara dari unsur UKSPF Kecamatan Bunguran Barat, Syukur, S.Pd yang turut menyampaikan amanat pendidikan dalam rangka peringatan Hardiknas.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi insan pendidikan untuk merefleksikan peran dan kontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Pelaksanaan upacara Hardiknas sendiri merupakan agenda rutin tahunan yang secara konsisten dilaksanakan di wilayah tersebut.

Ketua KKKS Bunguran Barat, Lenni Rianasari, S.Pd.SD, menyampaikan bahwa kegiatan upacara peringatan Hardiknas di Kecamatan Bunguran barat merupakan agenda tahunan KKKS yang biasanya dilaksanakan diruang lingkup Sekolah Dasar.

“Tahun ini kami melaksanakan lebih luas dengan mengundang para kepala sekolah dari jenjang TK hingga SLTA, dan alhamdulillah semuanya dapat hadir,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilakukan penyerahan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada para guru di Kecamatan Bunguran Barat sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam dunia pendidikan.

Secara keseluruhan, penghargaan diberikan kepada 14 orang guru, yang terdiri dari kategori masa pengabdian 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun. Namun, dalam pelaksanaan upacara, sebanyak 6 orang guru hadir secara langsung untuk menerima penghargaan tersebut.

Sementara itu, sebagian penerima lainnya tidak dapat hadir karena berbagai kondisi, di antaranya telah memasuki masa purna tugas, meninggal dunia, maupun sedang dalam kondisi kurang sehat.

Satyalancana Karya Satya merupakan tanda kehormatan yang dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia kepada aparatur sipil negara yang telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, serta disiplin dalam menjalankan tugas.

Lebih lanjut, Lenni Rianasari menyampaikan harapannya kepada para guru agar terus berperan tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembentuk karakter generasi bangsa.

“Guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi diharapkan terus menjadi pelita yang membangkitkan mimpi dan membentuk karakter generasi bangsa. Mengajar secara merdeka dan inovatif tanpa takut akan batasan, sehingga potensi murid dapat tergali secara optimal,” ungkapnya.

Selain itu, harapan juga disampaikan kepada para siswa agar mampu tumbuh menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing.

“Siswa diharapkan tumbuh menjadi individu yang kritis, kreatif, dan berani mengejar impian, serta mampu menerapkan ilmu yang didapat untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Bunguran Barat, Kasyifal Ghammi Thaib, S.Kom., M.M, menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun peradaban bangsa.

“Pendidikan adalah lentera peradaban, dan guru adalah penjaganya. Atas dedikasi, keteladanan, serta pengabdian tanpa pamrih dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, kami memberikan apresiasi kepada para guru penerima Satyalancana Karya Satya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa jasa dan pengabdian para guru merupakan warisan berharga yang akan terus memberi dampak bagi generasi mendatang.

“Jasa dan darma baktimu adalah warisan abadi bagi negeri. Teruslah menjadi cahaya, karena tunas bangsa menanti untuk tumbuh,” tambahnya.

Peringatan Hardiknas Tahun 2026 mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Tema ini menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Melalui momentum tersebut, diharapkan pendidikan di Indonesia, khususnya di Kecamatan Bunguran Barat, dapat terus berkembang, melahirkan generasi yang unggul, serta mampu menjawab tantangan zaman. (Bk/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini