Bursakota.co.id, Baubau – Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Kota Baubau dengan tegas menolak rencana pembangunan pabrik hilirisasi aspal Buton di Karawang, Jawa Barat, yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap rakyat Buton serta menciptakan ilusi kemandirian ekonomi nasional. Pernyataan ini disampaikan pada Minggu (3/5/2026).
LMND menilai, selama puluhan tahun aspal Buton terus dieksploitasi tanpa memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat lokal. Ironisnya, ketika wacana hilirisasi mulai digaungkan, fasilitas pengolahan justru direncanakan dibangun jauh dari sumber bahan baku.
“Ini bukan hilirisasi, ini kolonialisme gaya baru. Kekayaan alam Buton diangkut ke Jawa untuk diolah, sementara rakyat Buton tetap menjadi penonton di tanah sendiri,” tegas Ketua EK-LMND Baubau, Ramadhan.
Empat Sorotan Kritis
LMND Baubau memaparkan sejumlah persoalan mendasar terkait proyek tersebut:
1. Janji Kemandirian yang Dipertanyakan
Pemerintah mengklaim proyek hilirisasi ini dapat menghemat devisa hingga Rp4 triliun dan menciptakan multiplier effect sebesar Rp22 triliun. Namun, LMND mempertanyakan distribusi manfaatnya. Jika industri berada di Karawang, maka potensi pajak, lapangan kerja, hingga transfer teknologi dinilai akan terpusat di Jawa Barat, bukan di Buton.
2. Logika Pembangunan yang Dinilai Terbalik
Rencana pembangunan pabrik jauh dari sumber bahan baku dianggap tidak efisien. Biaya logistik dari Buton ke Karawang berpotensi tinggi dan dapat membuat harga produk menjadi tidak kompetitif. Alasan kesiapan infrastruktur di Jawa dinilai sebagai bentuk keberlanjutan pembangunan yang Jawa-sentris.
3. Ketimpangan Pembangunan SDM
LMND menilai pemerintah kerap beralasan bahwa sumber daya manusia di Buton belum siap. Namun, hal tersebut justru dianggap sebagai akibat dari minimnya investasi negara dalam pendidikan dan pelatihan industri di wilayah tersebut.
“Rakyat Buton bukan tidak mampu, tapi tidak pernah diberi kesempatan,” ujar Ramadhan.
4. PSN Dinilai Tidak Berpihak ke Rakyat Lokal
LMND juga menilai proyek ini lebih menguntungkan elit dan kontraktor besar dibandingkan masyarakat lokal seperti nelayan, petani, dan pemuda yang masih menghadapi keterbatasan lapangan kerja.
Sikap Tegas LMND Baubau
Atas dasar tersebut, LMND Baubau menyatakan sikap:
Menolak total pembangunan pabrik hilirisasi aspal Buton di Karawang
Mendesak pembangunan industri dilakukan di Pulau Buton sebagai wilayah sumber daya
Meminta audit terbuka terhadap proyek PSN aspal Buton, termasuk pihak-pihak yang terlibat
Mendorong industrialisasi berbasis rakyat dengan pembangunan pabrik, smelter, dan pusat riset di Buton
Menyerukan pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat
LMND menegaskan bahwa hilirisasi sejati harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar sumber daya, bukan hanya memperkuat pembangunan di wilayah lain.
“Hilirisasi bukan sekadar memindahkan bahan mentah menjadi produk jadi, tetapi memastikan rakyat di lingkar tambang ikut sejahtera. Jangan sampai aspal Buton membangun jalan tol di Jawa, sementara jalan di Buton sendiri masih rusak,” tutupnya.
Laporan : La Ode













