Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna menggelar apel peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna, Senin (04/05/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Natuna tersebut dipimpin oleh Bupati Natuna, Cen Sui Lan, yang bertindak sebagai pembina upacara.
Peringatan Hardiknas tahun ini mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.” Tema ini menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa—pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta—dalam menciptakan pendidikan yang merata dan berkualitas di seluruh Indonesia.
Dalam amanatnya, pembina upacara membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menekankan bahwa peringatan Hardiknas merupakan momentum untuk melakukan refleksi serta meneguhkan kembali semangat pendidikan nasional. Pendidikan pada hakikatnya merupakan proses memanusiakan manusia yang dilaksanakan dengan ketulusan, kasih sayang, serta upaya menumbuhkembangkan potensi setiap individu.
Nilai-nilai dasar pendidikan yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara kembali ditekankan, khususnya konsep asah, asih, dan asuh sebagai fondasi dalam membentuk karakter dan kecerdasan generasi bangsa.
Sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun watak, serta memperkuat peradaban. Pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab.
Arah kebijakan pendidikan nasional juga sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia unggul sebagaimana tertuang dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pendidikan menjadi kunci utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, makmur, dan bermartabat.
Dalam pidato tersebut juga disampaikan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendorong pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai strategi peningkatan kualitas pendidikan. Pendekatan ini menitikberatkan pada penguatan proses pembelajaran dari dalam kelas sebagai inti transformasi pendidikan.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah menetapkan lima kebijakan strategis. Pertama, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran guna menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan modern. Kedua, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru melalui program beasiswa serta pelatihan berkelanjutan.
Ketiga, penguatan karakter peserta didik melalui lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi, serta pengembangan bidang STEM. Kelima, perluasan akses pendidikan yang inklusif dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah terpencil dan bagi anak berkebutuhan khusus.
Lebih lanjut, ditekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan sinergi empat pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.
Mengakhiri amanatnya, seluruh peserta apel diajak untuk terus memperkuat komitmen dalam memajukan pendidikan dengan menjunjung pola pikir maju, mental yang kuat, serta tujuan yang lurus.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kabupaten Natuna berlangsung khidmat dan penuh semangat, sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Bk/Dika)













