
Bursakota.co.id, Tanjungpinang – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan bahwa sumber daya manusia (SDM) di Provinsi Kepulauan Riau harus memiliki kompetensi di atas standar dan mampu bersaing di tingkat global.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan UMRAH Nexus Expo 2026 yang digelar di Hall Galeri Tamadun Maritim, Gedung Satu Gurindam Ismeth Abdullah, Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Dompak, Tanjungpinang, Senin (4/5/2026).
“Kita dituntut tidak hanya memiliki kompetensi standar, tetapi juga mampu bersaing secara global agar tidak menjadi penonton di negeri sendiri,” tegasnya.
Menurut Nyanyang, posisi strategis Kepulauan Riau sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja, serta berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka, menjadi peluang sekaligus tantangan dalam meningkatkan daya saing SDM.
Ia menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus berupaya meningkatkan kualitas SDM melalui berbagai program, seperti pemberian beasiswa, pelatihan vokasi, serta penguatan literasi digital.
Upaya tersebut, lanjutnya, mulai menunjukkan hasil positif, terlihat dari meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepulauan Riau yang tertinggi di Sumatera serta pertumbuhan ekonomi yang tetap stabil.
“Capaian ini merupakan bukti bahwa sinergi antara kebijakan yang tepat dan SDM yang unggul mampu memperkuat ketahanan dan daya saing daerah di tengah dinamika global,” ujarnya.
Nyanyang juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia pendidikan dalam mendorong pembangunan daerah.
“UMRAH memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis riset yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan,” tambahnya.
Ia mengapresiasi pelaksanaan UMRAH Nexus Expo 2026 sebagai bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan mitra strategis. Menurutnya, peluncuran lima pusat studi serta Maritime Industry and Technology Center (MITC) menjadi tonggak penting transformasi UMRAH sebagai pusat inovasi yang inklusif.
“Ini adalah ruang bertemunya ide, riset, dan kebijakan untuk kepentingan masyarakat luas,” ungkapnya.
Nyanyang berharap kegiatan ini dapat memacu semangat mahasiswa dan peneliti untuk terus berkarya serta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret bagi pembangunan daerah.
Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan Kepulauan Riau sebagai laboratorium inovasi maritim terbaik di Indonesia melalui semangat sinergi dan kolaborasi.
“Ini menjadi langkah konkret dalam mendorong riset aplikatif dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” tutupnya.
Luncurkan Lima Pusat Studi Strategis
UMRAH Nexus Expo 2026 juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Polda Kepri dan UMRAH dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kelembagaan.
Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum peluncuran lima pusat studi strategis di lingkungan UMRAH, yakni:
Pusat Studi Laut Natuna
Pusat Studi Mitigasi Bencana
SDGs Center
Pusat Studi Kepolisian
Pusat Kajian Perencanaan, Infrastruktur dan Kewilayahan
Serta pembentukan Maritime Industry and Technology Center (MITC).
Rektor UMRAH, Agung Damar Syakti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis kampus dalam mendukung visi “Satu Gurindam”.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, akademisi, serta mitra strategis UMRAH dan tamu undangan lainnya.
Editor : Papi












